PANGKALPINANG, KATABABEL.COM — Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi kesempatan bagi Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk memperkuat komitmen dalam mengisi kemerdekaan melalui pembangunan yang berkelanjutan, peningkatan pelayanan publik serta perlindungan terhadap lingkungan.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin usai mengikuti Rapat Paripurna Istimewa Kesatu Masa Persidangan III Tahun 2026 dalam rangka mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia di Ruang Sidang Paripurna DPRD Kota Pangkalpinang, Jumat (14/8/2026).
Menurut Prof. Saparudin, pidato kenegaraan Presiden menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen pemerintah daerah untuk menyelaraskan pembangunan Kota Pangkalpinang dengan arah pembangunan nasional.
“Di bidang pendidikan ada revitalisasi sekolah, kemudian di bidang kesehatan pemenuhan kapasitas Puskesmas, kemudian dokter. Itu menjadi atensi-atensi kita untuk kita programkan di dalam APBD kita di tahun-tahun yang akan datang,” ujar Prof. Saparudin.
Ia menegaskan, semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satunya dengan menjaga ruang hidup dan lingkungan agar tetap berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Dalam konteks menjaga lingkungan, Prof. Saparudin menegaskan bahwa Kota Pangkalpinang merupakan wilayah yang memiliki regulasi daerah sebagai kawasan bebas tambang.
“Karena memang Pangkalpinang ini adalah daerah yang kita punya Perda kita bebas tambang. Tidak ada tambang di Kota Pangkalpinang,” tegasnya.
Ia mengakui masih terdapat oknum yang melakukan aktivitas penambangan di wilayah kota. Karena itu, pemerintah daerah terus melakukan sosialisasi, imbauan dan penertiban agar ketentuan tersebut dapat dipatuhi.
Menurutnya, pembangunan yang sejalan dengan semangat kemerdekaan harus tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kepentingan masyarakat.
Pemkot Pangkalpinang juga mengimbau perusahaan pemegang IUP di wilayah laut sekitar kota agar mempertimbangkan aspek lingkungan dan pariwisata, khususnya kawasan di depan Pantai Pasir Padi.
“Kita mengimbau kepada perusahaan-perusahaan yang memiliki IUP di sekitar laut, di depan pantai khususnya Pantai Pasir Padi agar mereka lebih selektif memberikan izin penambangan di daerah itu,” ujarnya.
Prof. Saparudin mengatakan semangat HUT ke-81 RI juga harus tercermin dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dalam bidang kesehatan, Pemkot Pangkalpinang akan memanfaatkan bonus senilai Rp1 miliar yang diterima dari pemerintah pusat untuk mendukung kegiatan dan pelayanan kesehatan.
“Nanti kita akan gunakan untuk menunjang kegiatan-kegiatan di bidang kesehatan. Karena itu kemarin bonusnya untuk bidang kesehatan. Jadi, kita akan gunakan untuk layanan kesehatan,” jelasnya.
Sementara di bidang pendidikan, pemerintah daerah akan terus mendorong revitalisasi sekolah sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dalam semangat memberikan pelayanan pemerintahan yang optimal, Prof. Saparudin juga memastikan kebutuhan pembayaran pegawai di lingkungan Pemkot Pangkalpinang telah dianggarkan hingga akhir 2026.
Termasuk di dalamnya pembayaran gaji ke-13, PPPK, PPPK paruh waktu, PHL dan PJLP.
“ASN kita semua sudah teranggarkan sampai akhir tahun dan mereka juga ada pembayaran gaji ke-13,” katanya.
Melalui momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kota Pangkalpinang berkomitmen terus mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata melalui peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, perlindungan lingkungan serta pelayanan publik yang semakin baik.
Semangat kemerdekaan tersebut diharapkan menjadi energi bersama untuk membangun Pangkalpinang yang maju, sehat, berdaya saing dan berkelanjutan, sejalan dengan cita-cita mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur.










