BANGKA TENGAH, KATABABEL.COM – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) menjadi salah satu program strategis pemerintah dalam mempercepat penurunan prevalensi stunting di Indonesia, termasuk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri Temu Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan Pendamping Keluarga Risiko Stunting serta Literasi Keuangan dalam rangka mendukung Program Genting di Yayasan Arraisyah Alhams Center, Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Rabu (5/8/2026).
Menurut Wihaji, tren penurunan prevalensi stunting di Bangka Belitung menunjukkan perkembangan yang positif. Ia menilai berbagai upaya kolaboratif yang dilakukan pemerintah daerah bersama para kader di lapangan mulai membuahkan hasil.
“Program Genting menjadi salah satu gerakan penting untuk mempercepat penurunan prevalensi stunting. Saya melihat Bangka Belitung menunjukkan perkembangan yang sangat baik dan angka prevalensinya terus membaik,” ujarnya.
Wihaji mengapresiasi semangat para kader Tim Pendamping Keluarga yang tetap aktif mendampingi keluarga berisiko stunting. Bahkan, ia mengaku terkesan melihat dedikasi para kader dari berbagai usia yang tetap berkomitmen menjalankan tugas kemanusiaan tersebut.
“Tadi saya bertemu kader yang usianya sudah 71 tahun, ada juga yang 60 tahun, bahkan ada kader muda berusia sekitar 20 tahun. Ini menunjukkan semangat luar biasa. Kehadiran kader muda juga penting karena mereka lebih mudah berkomunikasi dan mendampingi para remaja yang menjadi sasaran program,” katanya.
Ia menegaskan pemerintah pusat akan terus hadir untuk menangani berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan. Wihaji meminta pemerintah daerah maupun masyarakat segera melaporkan apabila masih terdapat wilayah yang membutuhkan intervensi.
“Kalau ada persoalan di lapangan, segera laporkan. Itu memang tugas pemerintah. Kami akan cek penyebabnya, kemudian langsung melakukan tindak lanjut agar penanganannya cepat dan tepat,” tegasnya.
Wihaji juga menekankan arahan Presiden agar seluruh jajaran pemerintah lebih banyak bekerja di lapangan dibandingkan sekadar menggelar rapat atau seminar.
“Pesan Bapak Presiden sangat jelas, jangan terlalu banyak diskusi, jangan terlalu banyak seminar. Yang terpenting adalah turun langsung ke lapangan melihat persoalan dan menyelesaikannya. Itu yang terus kami lakukan,” ungkapnya.
Ia optimistis di bawah kepemimpinan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung dan para kepala daerah di kabupaten/kota, upaya percepatan penurunan stunting akan semakin efektif.
“Saya melihat semangat pemerintah daerah sangat luar biasa, tidak banyak bicara tetapi banyak bekerja. Dengan kolaborasi seperti ini, saya yakin ke depan penanganan stunting di Bangka Belitung akan semakin baik,” pungkas Wihaji.






