banner 728x90
Pemkot Pangkalpinang

Dialog Indonesia-China Buka Peluang Pangkalpinang Naik Kelas

48
×

Dialog Indonesia-China Buka Peluang Pangkalpinang Naik Kelas

Sebarkan artikel ini

YOGYAKARTA, KATABABEL.COM — Dialog Pemerintah Daerah Indonesia-China 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama antardaerah sekaligus membuka peluang investasi, pengembangan sumber daya manusia, teknologi, dan ekonomi berkelanjutan.

Forum yang dihadiri sekitar 200 delegasi dari China dan sejumlah negara tersebut mempertemukan pemerintah daerah, organisasi internasional, pelaku usaha, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan.China-Indonesia Local Government Cooperation (LGC) Dialogue 2026 resmi digelar di Bima Room, Kompleks Balai Kota Yogyakarta pada Selasa, 11 Agustus 2026.

Presiden Chinese People’s Association for Friendship with Foreign Countries (CPAFFC), Yang Wan-Ping, mengatakan hubungan Indonesia dan China memiliki sejarah panjang lebih dari 2.000 tahun. Menurutnya, hubungan tersebut perlu terus dikembangkan melalui kerja sama pemerintah daerah, hubungan antarmasyarakat, serta kolaborasi multisektor.

Ia mendorong pemerintah daerah kedua negara membangun platform kerja sama baru, khususnya di bidang teknologi, industri, infrastruktur dan pengembangan ekonomi lokal.

Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC, Dr Irawati Chandra Dewi, menegaskan bahwa diplomasi tidak hanya berlangsung di tingkat pemerintah pusat. Kota dan pemerintah daerah memiliki peran penting karena menjadi pihak yang langsung berhubungan dengan masyarakat.

Ia mendorong agar dialog internasional diterjemahkan menjadi program nyata berupa peningkatan kapasitas, pertukaran pengetahuan, penguatan ekonomi lokal, pelayanan publik dan pembangunan berkelanjutan.

Pangkalpinang Sambut Peluang Kerja Sama

Pangkalpinang menjadi salah satu daerah yang melihat forum tersebut sebagai peluang untuk memperluas jejaring internasional.

Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayu Trisna, mengatakan Pangkalpinang memiliki hubungan historis dengan Tiongkok yang telah berlangsung selama ratusan tahun.

“Kota Pangkalpinang memiliki hubungan historis dengan Tiongkok selama ratusan tahun. Tentu Kota Pangkalpinang menyambut baik program-program yang dapat meningkatkan kapabilitas, IPM serta SDG dalam agenda ini,” ujar Dessy.

Menurutnya, hubungan historis tersebut dapat menjadi modal untuk membangun kerja sama yang lebih produktif di masa kini, terutama dalam meningkatkan kapasitas daerah dan kualitas kehidupan masyarakat.

Dari sisi investasi, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DMPTSP) Kota Pangkalpinang, Syarli Nopriansyah, menyatakan kesiapan pemerintah kota dalam memberikan pelayanan perizinan dan investasi secara cepat.

“DMPTSP Kota Pangkalpinang siap dan sedia melayani keperluan perizinan dan investasi yang cepat agar investasi dan kolaborasi kepada Kota Pangkalpinang dapat terealisasi,” kata Syarli.

Ia mengatakan hal tersebut sejalan dengan arahan Wali Kota Pangkalpinang Prof. Sapparudin agar Pangkalpinang memiliki daya saing dalam penyerapan investasi asing maupun lokal.

Saatnya Pangkalpinang Naik Kelas

Pengamat civil society dan tokoh muda Pangkalpinang, Areng Permana, menilai forum seperti UCLG-ASPAC memiliki nilai strategis karena hasilnya dapat berkembang menjadi kerja sama konkret dalam jangka panjang.

“Pengalaman saya menjalani beberapa kali diplomasi bilateral seperti ini adalah bahwa forum-forum seperti UCLG-ASPAC ini akan membuahkan hal konkret di kemudian hari yang akan menguntungkan kedua belah pihak. Sudah saatnya Pangkalpinang naik kelas,” ujar Areng.

Menurut Areng, keterlibatan Pangkalpinang dalam forum internasional harus dilihat sebagai kesempatan untuk memperkenalkan potensi kota sekaligus membangun jejaring dengan pemerintah daerah, dunia usaha dan organisasi internasional.

Pangkalpinang dinilai perlu memiliki agenda yang jelas dalam memanfaatkan peluang tersebut, mulai dari investasi, pengembangan SDM, teknologi, pendidikan, pariwisata, ekonomi kreatif hingga pembangunan berkelanjutan.

Dari Diplomasi ke Aksi

Perwakilan Konsulat Jenderal China di Surabaya, Yesu, turut menegaskan dukungan terhadap kerja sama pemerintah daerah, institusi dan dunia usaha yang bersifat terbuka, fleksibel dan multi-level.

Menurutnya, kerja sama lokal merupakan bagian penting dari hubungan Indonesia-China dan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Bagi Pangkalpinang, momentum tersebut menjadi peluang untuk mengubah hubungan historis dengan China menjadi kemitraan masa depan.

Dengan kesiapan pemerintah dalam pelayanan investasi serta dukungan terhadap peningkatan IPM dan SDGs, kerja sama internasional diharapkan tidak berhenti pada forum diplomasi.

Pangkalpinang kini memiliki peluang untuk memperluas jejaring, menarik investasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat posisi kota dalam peta kerja sama internasional.

Dari hubungan historis menuju kerja sama konkret. Dari forum diplomasi menuju investasi dan pembangunan. Pangkalpinang didorong untuk benar-benar naik kelas.

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page