PANGKALPINANG, KATABABEL.COM – Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Sumatera, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, menegaskan pentingnya konsolidasi organisasi sebagai fondasi utama menghadapi Pemilu 2029. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) Partai Golkar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2026 di Hotel Aston Pangkalpinang, Minggu (28/6/2026).
Mewakili Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ahmad Doli menyampaikan salam hormat dari Ketua Umum kepada seluruh keluarga besar Partai Golkar Bangka Belitung. Ia mengapresiasi langkah cepat DPD Partai Golkar Babel yang dinilai menjadi yang terdepan dalam pelaksanaan agenda konsolidasi partai di wilayah Sumatera.
“Sebagai Wakil Ketua Bidang Pemenangan Wilayah Sumatera, saya melihat dari sepuluh provinsi di Sumatera, baru Bangka Belitung yang sudah menyelesaikan pelantikan kepengurusan dan langsung melaksanakan Rakerda serta Rapimda. Ini menunjukkan komitmen yang luar biasa,” katanya.
Menurut Doli, seluruh kepengurusan Partai Golkar di tingkat kabupaten/kota di Bangka Belitung juga telah dilantik secara serentak, dilanjutkan dengan konsolidasi hingga tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan.
Ia menegaskan, setelah proses konsolidasi selesai, fokus partai kini harus diarahkan pada penyusunan program kerja yang mampu memperkuat organisasi sekaligus memenangkan Pemilu.
Dalam arahannya, Doli mengingatkan seluruh kader agar tetap berpedoman pada hasil Musyawarah Nasional Partai Golkar yang menetapkan Panca Sukses sebagai panduan utama organisasi.
Lima agenda tersebut meliputi sukses transformasi dan konsolidasi organisasi, sukses kaderisasi, sukses pembangunan demokrasi, sukses menyukseskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta sukses memenangkan pemilu.
Menurutnya, transformasi organisasi menjadi kebutuhan karena perkembangan zaman menuntut partai melakukan berbagai inovasi.
“Kita tidak bisa lagi mengelola organisasi dengan cara biasa. Golkar harus terus menciptakan terobosan baru agar tetap menjadi partai terdepan,” ujarnya.
Salah satu bentuk transformasi tersebut adalah pembentukan struktur organisasi hingga tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) melalui Badan Saksi Nasional Partai Golkar. Dengan demikian, TPS menjadi struktur organisasi paling bawah yang diharapkan mampu memperkuat mesin partai.
Selain itu, Doli juga meminta organisasi pendiri dan yang didirikan Golkar seperti Kosgoro, SOKSI, dan MKGR benar-benar memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan partai, bukan sekadar menjadi organisasi formal.
Pada aspek kaderisasi, ia menilai keberadaan Golkar Akademi menjadi instrumen penting untuk mencetak kader yang loyal dan memiliki komitmen jangka panjang terhadap partai.
“Kaderisasi harus menghasilkan kader yang konsisten. Sekarang bahkan elit politik saja mudah berpindah partai. Golkar harus mampu mencetak kader yang tetap setia kepada partainya,” tegasnya.
Dalam bidang pembangunan demokrasi, Doli mengungkapkan Partai Golkar tengah mengkaji sejumlah penyempurnaan sistem politik nasional, termasuk mekanisme pemilihan kepala daerah dan penataan daerah pemilihan DPR RI.
Ia menyebut Bangka Belitung berpeluang memperoleh tambahan kursi DPR RI dari tiga menjadi empat kursi apabila usulan penataan daerah pemilihan disepakati secara nasional.
“Kalau jumlah kursinya bertambah menjadi empat, tentu peluang Partai Golkar untuk meraih target politik di Bangka Belitung akan semakin besar,” katanya.
Doli juga menegaskan komitmen Partai Golkar dalam mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Menurutnya, dukungan tersebut bukan sekadar keputusan politik, tetapi bentuk tanggung jawab untuk menyukseskan berbagai program strategis pemerintah seperti Asta Cita, Makan Bergizi Gratis, hingga Sekolah Rakyat.
Karena menjadi partai dengan jumlah kader terbanyak di kabinet, lanjutnya, Golkar memiliki tanggung jawab besar memastikan seluruh program pemerintah berjalan optimal.
Di akhir sambutannya, Doli menegaskan bahwa ukuran keberhasilan seluruh proses konsolidasi dan kaderisasi tetap bermuara pada kemenangan Partai Golkar dalam setiap pemilu.
“Semua kerja keras kita akan dinilai dari hasil pemilu. Infrastruktur partai yang kuat, kaderisasi yang baik, serta program yang matang harus bermuara pada kemenangan Partai Golkar di setiap tingkatan, baik DPRD maupun kepala daerah,” pungkasnya.










