SUNGAILIAT, KATABABEL.COM — Anggota DPRD Kabupaten Bangka dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Kecamatan Sungailiat, Yus Rizal dari Fraksi PKS, menggelar kegiatan reses di Kantor Lurah Kudai, Minggu (26/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut, berbagai aspirasi masyarakat disampaikan, mulai dari persoalan pembangunan infrastruktur, normalisasi drainase, hingga penerangan jalan yang dinilai masih belum merata.
Yus Rizal mengatakan, sejumlah usulan masyarakat pada reses sebelumnya masih belum terealisasi. Menurutnya, hal itu dipengaruhi oleh kondisi fiskal Pemerintah Daerah yang saat ini sedang mengalami tekanan, sehingga beberapa program pembangunan belum dapat dijalankan secara maksimal.
Ia menjelaskan, berbagai kebutuhan masyarakat di Kelurahan Kudai, termasuk pembangunan fasilitas umum dan dukungan untuk sekolah, terus menjadi perhatian pihaknya di DPRD. Namun, realisasi anggaran tetap bergantung pada kebijakan dan kemampuan eksekutif dalam menyusun prioritas pembangunan daerah.
“Memang kita ketahui bersama, Pemda sedang mengalami tekanan fiskal, sehingga beberapa pembangunan belum bisa direalisasikan. Ini menjadi perhatian serius bagi kami di dewan agar penganggaran dalam APBD benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujar Yus Rizal.
Ia menegaskan, DPRD akan terus mengawal agar pembangunan di setiap kelurahan dapat berjalan merata, tanpa ada wilayah yang tertinggal. Harapan tersebut juga sejalan dengan janji pemerintah daerah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2027 mendatang.
Menurutnya, jika pendapatan daerah meningkat, maka peluang pemerataan pembangunan akan semakin besar dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Selain itu, Yus Rizal juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam menjaga sistem demokrasi dan mendukung pembangunan yang berbasis kepentingan rakyat.
Ia menilai pembangunan harus berjalan sesuai nilai-nilai Pancasila, dengan mengedepankan kedaulatan rakyat serta pemerataan kesejahteraan.
Salah satu aspirasi utama yang disampaikan warga dalam reses tersebut adalah persoalan normalisasi saluran air atau drainase. Warga mengeluhkan meluapnya air saat hujan akibat saluran yang tidak berfungsi optimal.
Berdasarkan komunikasi dengan pihak terkait, Yus Rizal menyebut normalisasi drainase memang menjadi salah satu prioritas yang harus segera ditangani agar tidak menimbulkan genangan maupun banjir di lingkungan permukiman.
“Prioritas di sini adalah normalisasi saluran agar air tidak meluber keluar. Ini yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat, dan saya akan kembali mempertanyakan langsung ke dinas terkait agar ada tindak lanjut,” katanya.
Selain drainase, persoalan lampu penerangan jalan juga menjadi perhatian warga. Ia mengungkapkan, berdasarkan penjelasan dari kepala dinas, anggaran untuk penerangan jalan masih terbatas. Namun, pemerintah disebut telah mendapat bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan sebanyak 39 unit lampu.
Meski demikian, distribusi bantuan tersebut dinilai belum sepenuhnya merata. Yus Rizal mengaku dirinya bahkan hanya menerima informasi alokasi empat unit untuk wilayah yang diperjuangkannya, sementara pembagian untuk wilayah lain masih belum diketahui secara jelas.
Ia berharap mekanisme pemasangan lampu jalan tersebut dapat dilakukan secara transparan dan benar-benar tepat sasaran agar manfaatnya dirasakan masyarakat luas.
Reses tersebut menjadi momentum bagi masyarakat Kelurahan Kudai untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi, sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi DPRD dalam memperjuangkan pembangunan yang lebih merata di Kabupaten Bangka.












