BANGKA, KATABABEL.COM — Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Daerah Pemilihan Kepulauan Bangka Belitung, Ir. Rudianto Tjen, kembali menggelar kegiatan reses di Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, Senin (27/4/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat sekaligus menyampaikan berbagai program yang tengah diperjuangkan untuk masyarakat Bangka Belitung.

Dalam wawancara khusus, Rudianto Tjen mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Pemali yang telah hadir dan antusias mengikuti kegiatan reses tersebut. Ia menegaskan bahwa reses merupakan bagian penting dari tugas anggota DPR RI untuk kembali ke daerah pemilihan, mendengar langsung persoalan masyarakat, serta menjadikannya sebagai bahan perjuangan di tingkat pusat.
“Ya, hari ini saya kembali ke daerah Pemali ini untuk kesekian kalinya. Kita hari ini dalam rangka reses. Reses itu kita kembali ke daerah kita, kita mendengar dan melihat kondisi daerah pemilihan kita. Gunanya untuk apa reses? Kita mencari informasi yang banyak untuk daerah kita supaya menjadi bahan kita di rapat-rapat di Jakarta nanti di DPR RI,” ujar Rudianto Tjen.
Menurutnya, seluruh aspirasi masyarakat yang disampaikan akan menjadi bahan pembicaraan bersama pemerintah pusat, khususnya dengan kementerian terkait agar program-program yang dibutuhkan masyarakat bisa dibawa pulang ke Bangka Belitung.
“Yang untuk menjadi bahan pembicaraan kita untuk kita diskusikan dengan pemerintah pusat, terutama dengan menteri-menteri yang terkait yang ada hubungannya dengan program-program yang bisa kita bawa pulang untuk daerah kita,” lanjutnya.
Salah satu program yang menjadi perhatian utama dalam reses tersebut adalah program operasi katarak gratis yang diinisiasi oleh PDI Perjuangan. Program ini dinilai sangat membantu masyarakat, khususnya warga lanjut usia dan masyarakat kurang mampu yang mengalami gangguan penglihatan.
Rudianto menjelaskan, operasi katarak gratis tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada 26 hingga 29 Oktober 2026 dan menyasar masyarakat di seluruh wilayah Kepulauan Bangka Belitung.
“Program katarak itu adalah program PDI Perjuangan yang sedang kita rancang. Pada tanggal 26 sampai 29 Oktober tahun ini, 2026 ini, kita PDI Perjuangan mengadakan operasi katarak gratis untuk masyarakat Kepulauan Bangka Belitung,” jelasnya.
Ia menyebutkan, target pelayanan tahun ini cukup besar, yakni sebanyak 650 pasien, dengan rincian 500 orang untuk Pulau Bangka dan 150 orang untuk Pulau Belitung.
“Kita harapkan bahwa kita bisa mengoperasi di Pulau Bangka sebanyak 500 orang, di Pulau Belitung 150 orang. Target kita untuk tahun ini adalah 650 orang yang bisa kita layani masyarakat kita,” katanya.
Dalam sesi dialog, warga juga aktif menanyakan mekanisme pendaftaran program operasi katarak tersebut, termasuk syarat administrasi dan tahapan pemeriksaan awal. Selain itu, masyarakat juga menyampaikan persoalan terkait bantuan hukum bagi warga yang membutuhkan pendampingan namun terkendala biaya.
Menanggapi hal itu, Rudianto mengatakan bahwa saat ini jumlah pendaftar masih belum banyak karena program baru saja diumumkan. Namun ia optimistis antusiasme masyarakat akan terus meningkat seiring sosialisasi yang berjalan.
“Yang terdaftar mungkin masih sedikit karena baru kita umumkan, belum lama. Kita harapkan ya siapapun yang mempunyai masalah penglihatan, kita akan layani,” ujarnya.
Rudianto juga mengaku senang melihat tingginya antusiasme masyarakat setiap kali dirinya turun langsung ke daerah. Ia menegaskan bahwa sebagai kader PDI Perjuangan, dirinya berkomitmen untuk terus hadir dan melayani masyarakat.
“Ya tentu saja kita sangat senang bisa bertemu dengan masyarakat yang memilih kita tentu saja di sini. Dan kita harapkan, kita sebagai kader PDI Perjuangan, partainya rakyat, dan kita bisa melayani semua masyarakat yang ada di sini,” tutupnya.
Reses berlangsung dalam suasana hangat dan penuh dialog. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan mulai dari kesehatan, sosial, hingga kebutuhan bantuan hukum. Melalui kegiatan ini, diharapkan berbagai aspirasi masyarakat dapat diperjuangkan secara nyata melalui kebijakan di tingkat nasional.












