SUNGAILIAT, KATABABEL.COM – Empat anggota DPRD Kabupaten Bangka dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Kecamatan Sungailiat menggelar kegiatan reses guna menyerap aspirasi masyarakat, Minggu (19/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kantor KONI Sungailiat ini dihadiri oleh Ketua KONI Kabupaten Bangka, Samsul, bersama Wakil Ketua KONI, Asnawi, berbagai elemen masyarakat, termasuk pengurus olahraga, tokoh masyarakat, serta warga setempat yang antusias mengikuti reses.
Adapun anggota dewan yang hadir yakni Mendra Kurniawan, A.Md dari Fraksi Gerindra, Firmansyah Levi, S.H., M.H dari Fraksi Golkar, Yudistira Angriawan dari Fraksi Demokrat, serta Andi Listiyanto, S.IP. Reses ini menjadi momentum penting bagi para wakil rakyat untuk mendengar langsung berbagai keluhan, masukan, dan harapan masyarakat.
Dalam diskusi yang berlangsung dinamis, para anggota dewan menegaskan komitmennya untuk mendorong kemajuan daerah, khususnya dalam bidang olahraga, infrastruktur, dan pembangunan sumber daya manusia.
Mendra Kurniawan menyampaikan bahwa tidak ada kepentingan tertentu dalam pengelolaan organisasi olahraga seperti KONI. Ia menekankan pentingnya profesionalisme dan regenerasi kepemimpinan demi kemajuan olahraga di Kabupaten Bangka.
“Kita ingin semua berjalan secara profesional, tidak ada kepentingan pribadi. Kalau memang waktunya regenerasi, ya harus dilakukan. Yang terpenting adalah bagaimana prestasi olahraga tetap meningkat,” ujarnya.
Mendra juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap atlet, terutama terkait bonus dan kesejahteraan. Ia menegaskan bahwa DPRD bersepakat agar bonus bagi atlet berprestasi tidak mengalami penurunan.
“Kami di DPRD, khususnya Komisi I, sepakat jangan sampai bonus atlet turun. Kita prihatin jika itu terjadi. Prestasi harus tetap dihargai oleh pemerintah daerah,” katanya.
Namun demikian, Mendra juga mengingatkan bahwa mobilitas atlet merupakan hal yang wajar. Menurutnya, atlet berprestasi berpotensi dilirik daerah lain, sehingga perlu strategi pembinaan berkelanjutan.
“Prestasi itu tidak bisa dibatasi. Ketika atlet berkembang, bisa saja mereka dilirik daerah lain. Tugas kita adalah terus mencetak atlet baru sebagai regenerasi,” tambahnya.
Yudistira Angriawan turut menekankan pentingnya peran keluarga dalam mendukung pembinaan atlet. Ia menyebut bahwa tanpa dukungan orang tua, potensi atlet sulit berkembang maksimal.
Sementara itu, Andi Listiyanto menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, organisasi olahraga, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem olahraga yang sehat dan berprestasi.
Selain isu olahraga, reses tersebut juga membahas persoalan infrastruktur, salah satunya terkait kondisi Jalan Raya Air Kenanga. Firmansyah Levi Dalam penjelasannya menyebut bahwa jalan tersebut merupakan jalan nasional yang berada di bawah kewenangan pemerintah pusat.
Lebih lanjut, Levi menambahkan bahwa berbagai usulan dan permasalahan yang disampaikan masyarakat dalam reses ini akan diinventarisasi dan diperjuangkan agar dapat masuk dalam dokumen perencanaan daerah, seperti Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Menurutnya, langkah tersebut penting agar setiap aspirasi masyarakat memiliki dasar perencanaan yang jelas dan dapat direalisasikan secara bertahap sesuai dengan prioritas pembangunan daerah. Dengan demikian, hasil reses tidak hanya menjadi catatan, tetapi benar-benar ditindaklanjuti melalui mekanisme perencanaan dan penganggaran yang terstruktur.
Para anggota dewan juga mengingatkan pentingnya koordinasi lintas instansi agar permasalahan di lapangan dapat ditangani secara cepat dan tepat.
Dalam kesempatan itu, juga disampaikan rencana pengembangan sektor olahraga melalui pembukaan akademi sepak bola di kawasan sekitar GOR Sungailiat. Rencana tersebut diharapkan dapat menjadi wadah pembinaan atlet muda di Kabupaten Bangka.
“Izin sewa lahan sedang diproses. Mudah-mudahan akademi ini bisa menjadi sarana pembinaan atlet muda. Walaupun bersifat komersial, namun prestasi tetap menjadi prioritas,” ungkap salah satu anggota dewan, Mendra.
Lebih lanjut, Mendra juga mengajak masyarakat untuk menghargai sejarah seperti Tugu Pengesahan yang ada di Sungailiat dan perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Mereka mengingatkan bahwa berdirinya provinsi ini tidak lepas dari perjuangan panjang dan dukungan berbagai pihak.
“Dulu kita bagian dari Sumatera Selatan, hingga akhirnya menjadi provinsi sendiri dengan tujuan pemerataan pembangunan. Ini harus kita syukuri dan jaga bersama,” kata Mendra.
Di akhir kegiatan, para anggota dewan berharap seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat dapat menjadi bahan perjuangan di parlemen. Mereka juga berkomitmen untuk terus mengawal berbagai program pembangunan demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bangka.












