PANGKALPINANG, KATABABEL.COM – Ketua Koloni Babel Sinergi, Widi Prayogo, mengajak para pelaku usaha madu di Bangka Belitung untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman sekaligus menjaga keberlanjutan usaha madu di daerah.
Hal tersebut disampaikannya saat kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang menghadirkan Anggota MPR RI Fraksi Gerindra, Melati, S.H., di kediaman Yan, Kelurahan Tua Tunu, Pangkalpinang, Minggu (14/6/2026).
Dalam sambutannya, Widi menjelaskan bahwa Koloni Babel Sinergi dibentuk sebagai wadah berkumpulnya para pembudidaya lebah madu dan pencari madu hutan di Bangka Belitung.
Menurutnya, perubahan kondisi lingkungan dan perkembangan zaman menuntut para pelaku usaha madu untuk beradaptasi serta membangun kerja sama yang lebih kuat.
“Sekitar empat tahun lalu kami mulai berkumpul. Di sini ada pembudidaya lebah dan juga pemburu madu hutan. Namun saat ini keberadaan madu hutan semakin berkurang. Kita tidak bisa menentang perkembangan zaman, sehingga yang harus kita lakukan adalah berkolaborasi,” ujar Widi.
Widi juga menjelaskan bahwa Koloni babel ini adalah Kelompok Unit Cahaya (KUC) yang bergerak di bidang budidaya lebah madu kelulut. Ia mengatakan, kolaborasi menjadi langkah penting untuk memperkuat jaringan pemasaran, meningkatkan kualitas produk, serta menjaga keberlangsungan usaha madu lokal di tengah persaingan yang semakin ketat.
Widi yang juga merupakan Arisi Store atau yang dikenal dengan Madu RR mengungkapkan bahwa usaha yang dirintisnya sejak tahun 2018 terus berkembang berkat dukungan berbagai pihak dan kepercayaan masyarakat terhadap produk madu asli Bangka Belitung.
Menurutnya, komunitas yang dibangun melalui Koloni Babel Sinergi tidak hanya berfokus pada aspek bisnis, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan pengetahuan antar anggota mengenai budidaya lebah, pengelolaan hasil panen, hingga pemasaran produk.
“Kami ingin para pelaku usaha madu bisa tumbuh bersama. Dengan saling berbagi pengalaman dan memperkuat jaringan, kita bisa meningkatkan nilai tambah produk madu lokal serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” katanya.
Widi juga menilai kehadiran Anggota MPR RI Melati, S.H. dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap pelaku usaha berbasis lingkungan yang selama ini turut berkontribusi dalam menjaga ekosistem.
Ia berharap sinergi antara komunitas, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dapat terus diperkuat guna mendukung pengembangan sektor perlebahan di Bangka Belitung.
“Lebah memiliki peran penting bagi lingkungan. Karena itu, selain mengembangkan usaha, kami juga ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian alam dan habitat lebah agar keberadaan mereka tetap terjaga,” tutup Widi.
Melalui Koloni Babel Sinergi, para pelaku usaha madu di Bangka Belitung diharapkan dapat semakin solid dalam mengembangkan potensi perlebahan daerah sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.













