Scroll Untuk Baca Berita
banner 728x90
banner 728x90
BeritaDaerah

Melati: Melestarikan Lebah Berarti Menjaga Lingkungan dan Menguatkan Nilai Kebangsaan

41
×

Melati: Melestarikan Lebah Berarti Menjaga Lingkungan dan Menguatkan Nilai Kebangsaan

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, KATABABEL.COM – Anggota MPR RI Fraksi Gerindra, Melati, S.H., menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama anggota Koloni Babel Sinergi di kediaman Yan, Kelurahan Tua Tunu, Pangkalpinang, Minggu (14/6/2026).

Dalam sambutannya, Melati mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota Koloni Babel Sinergi yang telah hadir mengikuti kegiatan tersebut. Sebagai anggota Komisi IV DPR RI yang membidangi sektor pertanian, ia menilai keberadaan peternak lebah dan pelaku usaha madu memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Terima kasih kepada seluruh anggota Koloni Babel Sinergi yang telah hadir. Ketika kita melestarikan lebah beserta ekosistemnya, maka secara otomatis kita juga ikut melestarikan lingkungan dan alam kita. Lebah menjadi salah satu indikator kesehatan lingkungan. Jika lebah sudah tidak ada, berarti ada sesuatu yang perlu kita waspadai terhadap kondisi lingkungan kita,” kata Melati.

Menurutnya, upaya menjaga populasi lebah tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga keseimbangan alam agar tetap lestari untuk generasi mendatang.

Pada kesempatan tersebut, Melati juga menyampaikan materi Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Ia menjelaskan bahwa empat pilar tersebut merupakan fondasi utama yang menjaga keutuhan bangsa Indonesia di tengah keberagaman suku, budaya, agama, dan luasnya wilayah negara.

“Indonesia saat ini memiliki 38 provinsi dengan ratusan kabupaten dan kota. Dengan wilayah yang sangat besar, tentu diperlukan fondasi yang kuat agar bangsa ini tetap utuh dan tidak mudah terpecah belah. Itulah pentingnya memahami dan mengamalkan Empat Pilar Kebangsaan,” ujarnya.

Melati mengibaratkan Empat Pilar Kebangsaan seperti empat kaki meja yang saling menopang agar tetap kokoh. Menurutnya, tanpa fondasi yang kuat, persatuan bangsa akan rentan menghadapi berbagai tantangan.

Ia juga mengajak peserta untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjaga lingkungan hidup.

“Bagaimana kita menjaga lingkungan agar anak cucu kita nanti tetap dapat menikmati apa yang kita rasakan hari ini. Itu juga merupakan bagian dari pengamalan nilai kemanusiaan yang adil dan beradab,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Melati turut mengapresiasi kualitas madu yang dihasilkan oleh para anggota Koloni Babel Sinergi. Ia mengaku pernah membeli madu produksi Widi Prayogo dan membagikannya kepada rekan-rekannya di Jakarta.

“Saya pernah membeli madu Pak Widi, lalu saya bagikan kepada teman-teman di Jakarta. Setelah mencobanya, mereka meminta lagi karena kualitasnya bagus dan benar-benar madu asli,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Koloni Babel Sinergi, Widi Prayogo, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Melati yang telah memberikan edukasi kebangsaan kepada para anggota komunitas.

Widi menjelaskan bahwa Koloni Babel Sinergi dibentuk sekitar empat tahun lalu sebagai wadah bagi para pembudidaya lebah dan pencari madu hutan untuk saling berbagi pengetahuan serta memperkuat jejaring usaha.

“Dulu yang berkumpul di sini ada pembudidaya lebah dan juga pencari madu hutan. Namun seiring perkembangan zaman, kita harus mampu beradaptasi dan memperkuat kolaborasi agar usaha madu tetap berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujarnya.

Ia menambahkan, komunitas tersebut terus berupaya mendorong pengembangan usaha madu lokal sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai habitat lebah.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan narasumber mengenai pelestarian lingkungan, pengembangan usaha madu, penguatan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat serta pembagian bibit tanaman buah dan meninjau langsung tempat budidaya madu kelulut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *