BANGKA, KATABABEL.COM — Anggota DPRD Kabupaten Bangka, Riza Fahriansyah, melaksanakan kegiatan reses di Daerah Pemilihan (Dapil) II meliputi Kecamatan Merawang dan Mendo Barat, bertempat di Jalan Kampung Pasir, Minggu (26/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Riza yang merupakan anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bangka dengan bidang kesehatan, sosial, dan pelayanan masyarakat, menyerap langsung berbagai aspirasi warga yang hadir. Mayoritas masyarakat menyampaikan keluhan terkait sumber air bersih dan kondisi jalan lingkungan yang dinilai masih membutuhkan perhatian pemerintah.
Persoalan sumber air menjadi aspirasi utama warga Kampung Pasir. Masyarakat mengungkapkan bahwa hingga saat ini mereka hanya mengandalkan satu sumber air berupa perigi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hampir seluruh warga bergantung pada satu sumber tersebut, sehingga saat musim kemarau tiba, kekhawatiran akan kekurangan air selalu menjadi persoalan serius.
Selain itu, kondisi jalan di lingkungan warga juga turut disampaikan dalam forum reses. Beberapa titik jalan disebut masih kurang memadai dan membutuhkan perbaikan agar aktivitas masyarakat, termasuk akses menuju sekolah, fasilitas kesehatan, dan kegiatan ekonomi dapat berjalan lebih lancar.
Dalam reses tersebut, sektor pendidikan dan kesehatan juga menjadi perhatian utama. Warga berharap adanya peningkatan pelayanan kesehatan yang lebih maksimal serta perhatian terhadap kebutuhan pendidikan masyarakat.
Riza Fahriansyah mengatakan, persoalan sumber air akan menjadi prioritas utama yang akan diperjuangkan melalui koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
“Yang paling utama kita fokuskan adalah sumber air, karena ini kebutuhan dasar masyarakat. Warga di sini hanya memiliki satu sumber air dan hampir semua bergantung di situ. Ini akan segera kita koordinasikan dengan OPD terkait,” ujar Riza.
Ia menegaskan, seluruh aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam reses tersebut akan menjadi bahan perjuangan dalam pembahasan program pembangunan daerah.
Kegiatan reses berlangsung dengan suasana dialog terbuka antara warga dan wakil rakyat, sebagai bentuk upaya menyerap kebutuhan masyarakat secara langsung agar pembangunan yang dilakukan benar-benar tepat sasaran.












