banner 1028x250

55 Warga Pangkalpinang Ikuti Pelatihan Kerja, Dibekali Keahlian Digital Marketing Hingga Coffee Roasting

Sandi Kharisma
8 Okt 2026 13:18
4 menit membaca

PANGKALPINANG, KATABABEL.COM — Sebanyak 55 warga Kota Pangkalpinang mendapat kesempatan meningkatkan keterampilan melalui Pelatihan Berdasarkan Unit Kompetensi yang digelar Dinas Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang tahun anggaran 2026.

Pelatihan tersebut menyasar tiga bidang keahlian, yakni Junior Make Up Artist, Digital Marketing, dan Coffee Roasting. Ketiga bidang ini diharapkan dapat membuka peluang bagi peserta untuk memasuki dunia kerja sekaligus mengembangkan usaha secara mandiri.

Kegiatan berlangsung mulai 7 hingga 28 Oktober 2026, dengan melibatkan instruktur yang memiliki sertifikat kompetensi dan pengalaman di bidang masing-masing.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang, Amrah Sakti, mengatakan pelatihan tersebut merupakan salah satu metode yang dilakukan pemerintah untuk menjembatani kesenjangan antara kebutuhan dunia industri dengan kompetensi yang dimiliki para pencari kerja.

banner 1028x250

“Pelatihan yang kami laksanakan ini merupakan salah satu metode yang kami gunakan untuk menjembatani kebutuhan dunia industri dengan kompetensi yang dimiliki para pencari kerja. Semoga dengan pelatihan ini dapat mempermudah mereka untuk masuk ke dunia industri,” ujar Amrah Sakti.

Menurutnya, pelatihan tidak hanya diarahkan agar peserta bisa bekerja di perusahaan atau industri, tetapi juga mendorong mereka memiliki keberanian untuk menciptakan peluang usaha sendiri.

“Tidak hanya selalu untuk industri, tetapi wirausaha juga kita arahkan. Jadi, setelah mendapatkan keterampilan, mereka juga bisa mengembangkan kemampuan tersebut menjadi peluang usaha,” katanya.

Amrah menjelaskan, proses seleksi dilakukan karena jumlah masyarakat yang berminat mengikuti program tersebut cukup banyak. Dari total 82 orang yang mendaftar, sebanyak 68 calon peserta dinyatakan lolos administrasi.

Selanjutnya dilakukan seleksi melalui tes pengetahuan, tes penalaran, kemampuan dasar secara daring, serta wawancara. Dari proses tersebut, akhirnya ditetapkan 55 peserta yang mengikuti pelatihan.

Sebanyak 20 peserta mengikuti program Junior Make Up Artist, 20 peserta Digital Marketing, dan 15 peserta Coffee Roasting.

Amrah mengatakan jumlah peserta dalam setiap program disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia dalam APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026.

“Untuk tahun 2026 ini, melalui anggaran perubahan, kami melaksanakan pelatihan untuk 55 orang. Jumlahnya memang disesuaikan dengan anggaran yang tersedia,” jelasnya.

Untuk memastikan peserta mendapatkan materi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, Dinas Tenaga Kerja menggandeng lembaga dan instruktur yang memiliki kompetensi di bidang masing-masing.

Program Junior Make Up Artist bekerja sama dengan Lembaga Kursus Astari, sementara Digital Marketing menggandeng LPK Atma Luhur. Adapun Coffee Roasting bekerja sama dengan Fokus Coffee Roastery.

“Untuk tiga kejuruan ini, satu kami laksanakan di tempat kami, sedangkan dua lainnya kami bekerja sama dengan lembaga yang memang sudah tersertifikasi,” kata Amrah.

Menurutnya, pola kerja sama tersebut dilakukan agar peserta memperoleh pembelajaran yang lebih sesuai dengan standar kompetensi yang dibutuhkan.

Program Junior Make Up Artist melibatkan instruktur bersertifikat NSP dari Lembaga Kursus Astari. Digital Marketing menghadirkan instruktur bersertifikat NSP dari LPK Atma Luhur.

Sedangkan Coffee Roasting menghadirkan instruktur dengan sertifikasi SCA CSP Roasting Intermediate dari Fokus Coffee Roastery.

Amrah menegaskan, pelatihan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemberian materi. Peserta juga akan diarahkan mengikuti tahapan uji kompetensi untuk mengukur kemampuan yang telah diperoleh selama pelatihan.

Sebanyak 36 peserta akan menjalani uji kompetensi pada 3 dan 4 November 2026 sesuai bidang masing-masing.

Sebanyak 12 peserta Junior Make Up Artist akan mengikuti uji kompetensi di Lembaga Kursus Astari yang bekerja sama dengan LSP Katalia.

Kemudian 12 peserta Digital Marketing mengikuti uji kompetensi di LPK Atma Luhur yang bekerja sama dengan LSP Teknologi Rekayasa dan Informatika.

Sementara 12 peserta Coffee Roasting akan mengikuti uji kompetensi di Dinas Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang yang bekerja sama dengan lembaga penyelenggara kompetensi berkelanjutan.

Amrah mengatakan program peningkatan kompetensi akan terus dilakukan sesuai dengan kemampuan anggaran dan kebutuhan tenaga kerja.

“Pelatihan ini tidak hanya sekali. Kalau kebutuhan dan anggarannya memungkinkan, program seperti ini akan terus kami lakukan sesuai target dan kemampuan anggaran yang ada,” ujarnya.

Selain program tersebut, Dinas Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang juga menyiapkan pelatihan tambahan yang bersumber dari APBD. Tercatat sebanyak 92 peserta akan mengikuti program tambahan tersebut.

Dinas Tenaga Kerja juga tengah mengupayakan penambahan satu program pelatihan khusus bagi masyarakat yang terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Program tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi kesenjangan antara kebutuhan tenaga kerja dengan kompetensi pencari kerja.

Dengan bekal keterampilan yang lebih sesuai kebutuhan pasar kerja, para peserta diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk terserap di dunia industri maupun menciptakan lapangan usaha secara mandiri.

Seluruh kegiatan Pelatihan Berdasarkan Unit Kompetensi tahun 2026 tersebut bersumber dari APBD Perubahan Kota Pangkalpinang Tahun Anggaran 2026.(San) 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *