
PANGKALPINANG, KATABABEL.COM — Program gotong royong membangun rumah untuk rakyat kembali diwujudkan di Kota Pangkalpinang. Satu unit rumah layak huni milik Usman di Kelurahan Air Kepala Tujuh, Kecamatan Gerunggang, resmi diserahterimakan, Selasa (22/9/2026).
Pembangunan rumah tersebut merupakan bagian dari program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) melalui dukungan dari perusahaan PT Mitra Stania Bemban (Asari Grup)
Serah terima rumah turut dihadiri Wali Kota Pangkalpinang Saparudin, Wakil Wali Kota Dessy Ayu Trisna, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) B. Soeharto, jajaran kepala OPD, perwakilan PT Mitra Stania Bemban serta keluarga penerima manfaat.

Kepala Dinas Perkim Kota Pangkalpinang, B. Soeharto, mengatakan pembangunan satu rumah tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dunia usaha dan masyarakat dalam menangani kebutuhan rumah layak huni.
Ia menyebutkan, masih terdapat ribuan rumah yang membutuhkan perhatian dan penanganan di Kota Pangkalpinang.
“Alhamdulillah, hari ini satu rumah dari sekitar 2.697 rumah yang masih perlu dibantu sudah selesai melalui dukungan CSR,” ujar Soeharto dalam sambutannya.
Menurutnya, penanganan rumah tidak layak huni dilakukan melalui berbagai sumber pembiayaan. Selain CSR, Pemerintah Kota Pangkalpinang juga mengalokasikan APBD untuk pembangunan rumah layak huni.
Di sisi lain, pemerintah pusat juga turut mendukung. Dari usulan yang disampaikan, sebanyak 327 unit diajukan dan sebagian di antaranya telah selesai maupun masih dalam proses pengerjaan.
“Ini menunjukkan pemerintah pusat, pemerintah daerah dan CSR bisa bersinergi dan berkolaborasi untuk menghadirkan rumah yang layak bagi masyarakat,” katanya.
Soeharto menambahkan, dukungan PT Mitra Stania Bemban tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan rumah. Sejumlah fasilitas publik di Pangkalpinang juga mendapatkan dukungan melalui program CSR, termasuk fasilitas sanitasi serta sarana rumah ibadah.
Sementara itu, Wali Kota Pangkalpinang Saparudin mengapresiasi dukungan perusahaan yang ikut membantu pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Menurut Saparudin, rumah layak huni bukan sekadar bangunan, tetapi menjadi tempat yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi keluarga, khususnya anak-anak untuk tumbuh dan belajar.
“Alhamdulillah, rumah ini sangat bermanfaat, terutama bagi anak-anak kita agar bisa belajar dengan baik,” kata Saparudin.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang sehingga semakin banyak masyarakat yang mendapatkan bantuan perbaikan maupun pembangunan rumah.
Saparudin mengatakan, persoalan rumah tidak layak huni masih menjadi salah satu pekerjaan rumah pemerintah daerah. Karena itu, penanganannya membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari APBD, pemerintah pusat hingga program CSR perusahaan.
“Tentu secara bertahap terus kita lakukan, baik dari pemerintah kota melalui APBD, dana CSR maupun program pemerintah pusat,” ujarnya.
Saparudin juga mengingatkan masyarakat yang ingin memperoleh bantuan pembangunan atau perbaikan rumah agar memperhatikan aspek legalitas lahan. Kepastian status lahan menjadi salah satu hal penting dalam proses pengusulan bantuan.
“Yang terpenting adalah lahannya harus jelas,” tegasnya.
Ia berharap semangat gotong royong antara pemerintah, perusahaan dan masyarakat dapat terus diperkuat agar persoalan rumah tidak layak huni di Pangkalpinang dapat ditangani secara bertahap.
Di sisi lain, Usman selaku penerima bantuan menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Pangkalpinang dan pihak perusahaan yang telah membantu mewujudkan rumah layak huni bagi keluarganya.
“Terima kasih atas bantuan yang diberikan. Rumah ini sangat berarti bagi keluarga kami,” ujar Usman.
Serah terima tersebut sekaligus menjadi simbol bahwa kolaborasi lintas sektor dapat menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar berupa hunian yang aman dan layak.(San)
Tidak ada komentar