PANGKALPINANG, KATABABEL.COM — Pemerintah Kota Pangkalpinang mulai mematangkan arah pembangunan daerah melalui Paparan Rencana Aksi Kegiatan Strategis Perangkat Daerah Tahun 2025-2029 yang digelar di Ruang Pertemuan Bapperida Pangkalpinang, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Pangkalpinang menerjemahkan visi dan misi pembangunan ke dalam program kerja yang terarah, terukur, serta mampu menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin mengatakan, penyusunan program strategis harus berangkat dari kondisi dan kebutuhan nyata masyarakat. Sejumlah isu yang menjadi perhatian pemerintah daerah meliputi lingkungan perkotaan, persampahan, banjir, pelayanan pasar, kemiskinan, perumahan hingga penanganan stunting.
“Sebetulnya kita melihat dari kondisi yang ada sekarang di Kota Pangkalpinang. Isu-isu yang ada terkait dengan persoalan-persoalan, misalnya persoalan lingkungan perkotaan, bagaimana kita harus membuat ketahanan lingkungan, sampah, banjir, itu harus kita programkan ke depannya untuk bisa kita atasi,” kata Saparudin.
Menurutnya, sebagai kota yang berkembang pada sektor jasa dan perdagangan, pembenahan sarana dan prasarana pasar juga menjadi salah satu agenda penting pembangunan.
Pemerintah daerah, kata Saparudin, perlu memastikan kapasitas pasar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat serta memberikan pelayanan publik yang memadai.
“Pangkalpinang ini kan kota jasa perdagangan, kita punya pasar. Pasar kita ini kapasitasnya sudah cukup belum? Kalau belum ya harus kita tambah,” ujarnya.
Selain kapasitas, pemerintah juga akan melihat kondisi dan standar pelayanan pasar. Apabila belum memenuhi kebutuhan masyarakat, maka pembenahan hingga revitalisasi perlu dilakukan.
“Pasar yang ada ini sudah memenuhi kriteria sebagai sebuah pasar yang bisa melayani publik belum? Kalau belum ya sekarang harus kita benahi. Kita revitalisasi pasarnya,” katanya.
Di bidang lingkungan, persoalan persampahan dan banjir juga menjadi perhatian yang perlu ditangani melalui program yang terencana dan berkelanjutan. Pengelolaan sampah yang lebih baik dinilai penting untuk mendukung terciptanya lingkungan perkotaan yang sehat dan berketahanan.
Sementara pada sektor sosial, Pemerintah Kota Pangkalpinang juga memberikan perhatian terhadap penanganan kemiskinan, kebutuhan perumahan masyarakat serta persoalan stunting.
“Pangkalpinang misalnya tingkat kemiskinan masih ada, bagaimana kita mengatasi. Kemudian perumahan yang masih belum, perumahan orang-orang yang masih membutuhkan program-program pembangunan perumahan, kemudian penanganan masyarakat miskin, kemudian anak-anak misalnya stunting,” jelasnya.
Saparudin menegaskan, berbagai persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan secara parsial oleh satu perangkat daerah. Karena itu, diperlukan sinergi dan integrasi antarp perangkat daerah agar setiap program saling mendukung dan memiliki dampak yang lebih besar bagi masyarakat.
“Hari ini sebetulnya kita membumikan visi-misi ke dalam program kegiatan yang harus tersinkronisasi antara masing-masing OPD. Jangan satu-satu OPD, tapi terintegrasi semua,” tegasnya.
Ia juga meminta seluruh jajaran Pemerintah Kota Pangkalpinang memahami arah pembangunan yang telah ditetapkan. Menurutnya, visi dan misi daerah harus menjadi pemahaman bersama, bukan hanya diketahui oleh pimpinan.
“Visi-visi itu kita semua, semua karyawan, semua OPD itu harus tahu semua, mau ke mana kita dibawa di Pangkalpinang,” pungkas Saparudin.
Melalui pematangan rencana aksi tersebut, Pemerintah Kota Pangkalpinang diharapkan dapat memastikan program pembangunan lima tahun ke depan berjalan lebih terintegrasi, tepat sasaran, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan tantangan perkotaan secara berkelanjutan.











