
PANGKALPINANG, KATABABEL.COM — Pemerintah Kota Pangkalpinang bersama Palang Merah Indonesia (PMI) memberikan penghargaan kepada para pendonor darah sukarela yang telah melakukan donor sebanyak 25 kali, 50 kali, hingga 75 kali, termasuk para pendonor dengan rhesus negatif.
Pemberian penghargaan berlangsung di Ruang Operasional (OR) Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Kamis (24/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang dr. Hisar Mangoloi Manalu, S.K.M. dan didampingi Direktur RSUD Depati Hamzah.
Mewakili Walikota pangkalpinang Prof. Saparudin, dr. Hisar menyampaikan apresiasi kepada para pendonor yang secara konsisten menyumbangkan darah untuk membantu pasien yang membutuhkan.
Ia mengatakan, meskipun perkembangan teknologi medis semakin pesat, hingga saat ini darah manusia tetap tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh teknologi.

“Darah adalah lambang kehidupan. Di saat dunia medis terus berkembang pesat dengan berbagai teknologi canggih, ada satu hal yang hingga hari ini belum bisa diciptakan, yaitu darah manusia,” ujar dr. Hisar.
Menurutnya, satu-satunya sumber darah yang dapat menyelamatkan nyawa manusia lainnya adalah kesediaan manusia untuk menjadi pendonor.
Karena itu, ia menilai para pendonor darah sukarela memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan kesehatan.
“Setiap tetes darah yang Anda donorkan secara rutin bukan sekadar darah saja, melainkan harapan baru, kesempatan kedua untuk hidup dan senyuman yang kembali hadir di wajah para pasien serta keluarga mereka,” katanya.
dr. Hisar mengakui pemenuhan kebutuhan darah yang aman, sehat dan tersedia tepat waktu masih menjadi tantangan dalam pelayanan kesehatan di wilayah Kota Pangkalpinang.
Namun, konsistensi dan kepedulian para pendonor sukarela dinilai menjadi salah satu kekuatan dalam menjaga ketersediaan stok darah.
Ia memberikan penghormatan khusus kepada para pendonor yang telah mendonorkan darahnya puluhan kali.
“Penghargaan pada hari ini mungkin tidak sebanding dengan nilai kemanusiaan yang telah Bapak dan Ibu berikan. Ini adalah bentuk penghormatan, ucapan terima kasih yang tidak terhingga dan pengakuan dari pemerintah serta seluruh masyarakat,” tuturnya.
Menurut dr. Hisar, para pendonor darah sukarela layak disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa di era modern, karena membantu menyelamatkan sesama tanpa mengharapkan imbalan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada TNI dan Polri serta PMI yang selama ini ikut mendukung pemenuhan kebutuhan darah dan pelayanan kemanusiaan di masyarakat.
Sementara itu, Ketua PMI Kota Pangkalpinang M. Iqbal menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang selama ini menjadi mitra PMI, khususnya TNI dan Polri, dalam membantu memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat.
Ia mengatakan PMI tidak hanya bergerak dalam kegiatan donor darah, tetapi juga menjalankan berbagai misi kemanusiaan ketika terjadi bencana maupun kondisi darurat.
“Terima kasih kepada mitra yang luar biasa, TNI dan Polri, yang sudah bekerja sama membantu memenuhi kebutuhan darah untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan,” kata Iqbal.
Iqbal juga menyebut kegiatan donor darah menjadi agenda rutin yang terus didorong untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebutuhan darah.
Selain donor darah, PMI Kota Pangkalpinang juga terlibat dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, termasuk membantu masyarakat terdampak bencana di sejumlah daerah.
Ia mengatakan PMI Pangkalpinang turut memberikan dukungan terhadap masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera dan daerah lainnya sesuai kapasitas organisasi.
Tidak hanya itu, PMI Pangkalpinang juga menjalankan kegiatan penyediaan air bersih bagi masyarakat melalui kerja sama dengan berbagai pihak.
Iqbal menyebut distribusi air bersih telah dilakukan ke sejumlah fasilitas umum, termasuk sekolah dan tempat ibadah yang membutuhkan.
Ia berharap kepedulian masyarakat terhadap kegiatan donor darah terus meningkat, termasuk dengan mengajak keluarga, teman dan lingkungan sekitar untuk menjadi pendonor sukarela.
“Kami berharap masyarakat terus aktif mendonorkan darahnya dan mengajak saudara-saudaranya untuk ikut menjadi pendonor,” ujarnya.
Penghargaan bagi pendonor tersebut diharapkan menjadi bentuk apresiasi sekaligus pemacu semangat agar budaya donor darah sukarela terus tumbuh di Kota Pangkalpinang.
Sebab, di balik satu kantong darah yang didonasikan, terdapat harapan bagi pasien yang tengah berjuang mendapatkan kesempatan untuk sembuh dan melanjutkan kehidupannya.(San)
Tidak ada komentar