
SIMPANG RIMBA, KATABABEL.COM – Usai menyelesaikan permasalahan plasma rakyat di Belitung Timur, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani, bertolak ke Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, Sabtu pagi (17/10/2026).
Kedatangannya bertujuan untuk memastikan warga terdampak kebakaran yang mengakibatkan 245 rumah hancur mendapatkan perhatian serta penanganan yang memadai.
Didampingi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Babel, Noni Hidayat, Sekretaris Daerah (Sekda) Babel, Fery Afriyanto, Ketua Dharma Wanita Babel, Bupati dan Wakil Bupati Bangka Selatan, Sekda Bangka Selatan, jajaran pejabat eselon II tingkat provinsi dan kabupaten, serta perwakilan organisasi masyarakat, Gubernur mengunjungi posko pengungsian di SDN 7 Simpang Rimba.
Di lokasi tersebut, ia meninjau langsung kesiapan makanan yang disediakan bagi para pengungsi, bahkan turut mencicipi menu sarapan warga.

“Enak,” ujar Gubernur Hidayat singkat saat mencicipi hidangan tersebut.
Gubernur kemudian berbincang dengan para pengungsi untuk mengetahui kondisi serta kebutuhan mereka. Kehadirannya menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk melihat dari dekat situasi warga yang masih bertahan di posko setelah kehilangan tempat tinggal.
Dalam kesempatan itu, berbagai bantuan datang, diantaranya dari Kabupaten Bangka Tengah berupa uang tunai. TP PKK Provinsi Babel bersama Darma Wanita dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) lainnya juga menyalurkan 70 paket perlengkapan rumah tangga kepada warga terdampak. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Noni Hidayat.
“Insyaallah, semua kebagian,” kata Ketua TP PKK Babel tersebut di hadapan para pengungsi.
Selain menyerahkan bantuan, Noni Hidayat memberikan penguatan moril kepada warga agar tetap tabah dan kuat menghadapi musibah. Ia mengingatkan bahwa cobaan merupakan ujian dari Allah SWT serta mengajak masyarakat untuk terus berdoa dan saling menguatkan.
“Ini adalah cobaan dari Allah SWT. Semoga Bapak dan Ibu diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan. Insyaallah, semoga semua kebaikan yang diberikan hari ini menjadi jalan untuk mendapatkan kebaikan yang lebih besar, dan apa yang hilang diganti oleh Allah dengan yang lebih baik,” tuturnya.
Sementara itu, Gubernur Hidayat menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus hadir guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat di pengungsian terpenuhi selama masa penanganan bencana.
Ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Bangka Belitung, organisasi, dan berbagai pihak yang telah menunjukkan kepedulian melalui penyaluran bantuan.
“Terima kasih kepada masyarakat Bangka Belitung yang memiliki kepedulian sosial sangat tinggi. Bantuan begitu berlimpah. Atas musibah ini, kita tidak cengeng. Kami akan bertanggung jawab dengan bergotong royong,” tegasnya.
Menurut Gubernur Hidayat, penanganan musibah ini membutuhkan kebersamaan seluruh elemen. Oleh karena itu, ia mengajak pemerintah kabupaten/kota, partai politik, pengusaha, organisasi, serta masyarakat luas untuk berkontribusi membantu warga yang sedang mengalami kesulitan.
Di tengah situasi sulit tersebut, aliran bantuan yang terus berdatangan menjadi penguat bagi masyarakat di lokasi pengungsian.
Tang (68), salah seorang pengungsi yang menempati posko SDN 7 Simpang Rimba sejak hari pertama kebakaran pada 10 Oktober 2026, mengatakan kondisi pengungsian sejauh ini aman dan terkendali. Ia menyebut logistik terus berdatangan, sedangkan kebutuhan air bersih, pakaian, dan sarana prasarana lainnya telah tercukupi.
“Alhamdulillah, bantuan datang tidak berhenti. Bangka Belitung tidak kekurangan orang-orang baik,” tuturnya.
Hal senada disampaikan oleh Ayu (50), pengungsi lainnya. Ia mengaku bersyukur karena kebutuhan makanan warga tetap terpenuhi berkat uluran tangan berbagai pihak.
“Alhamdulillah, makanan tidak kekurangan di sini, bantuan berlimpah ruah. Terima kasih kepada Bapak Gubernur, Ibu Gubernur, dan seluruh masyarakat Bangka Belitung yang telah membantu kami. Bangka Belitung tidak kekurangan orang-orang baik,” ungkapnya.
Saat ini, sebagian warga terdampak telah meninggalkan posko untuk tinggal sementara di rumah kerabat. Namun, sekitar 70 kepala keluarga (KK) masih bertahan di SDN 7 Simpang Rimba.
Gubernur Hidayat memastikan pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dan mengupayakan langkah penanganan yang diperlukan agar warga dapat melewati masa sulit ini dan kembali menata kehidupan mereka.(Rls)
Sumber: Biro Adpim Setda Babel
Tidak ada komentar