banner 1028x250

H-3 Seminar Publik Tony Wen, Panitia Matangkan Persiapan di Eks Kediaman Sungailiat

Sandi Kharisma
13 Okt 2026 19:18
2 menit membaca
Bagikan

BANGKA, KATABABEL.COM – Menjelang pelaksanaan Seminar Publik Tony Wen, panitia terus mematangkan berbagai persiapan.

Kegiatan yang digelar DPC Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Bangka tersebut akan membahas usulan Tony Wen sebagai Pahlawan Nasional 2027 sekaligus mendorong penetapan pahlawan daerah dan penguatan cagar budaya di Kabupaten Bangka.

Pantauan di lokasi, Selasa (13/10/2026), jajaran panitia SMSI Kabupaten Bangka melakukan pembersihan dan penataan lokasi seminar yang berada di Eks Rumah Kediaman Tony Wen, Simpang Empat Lampu Merah Parit Padang, Sungailiat, tepat di depan Black Jack Café.

Seminar publik dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 15 Oktober 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

banner 1028x250

Sekretaris SMSI Kabupaten Bangka, Hotama Rasyid, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengangkat kembali sejarah dan perjuangan Tony Wen, sekaligus memperkuat kepedulian masyarakat terhadap warisan sejarah daerah.

“Kegiatan ini rencananya dihadiri oleh Gubernur Bangka Belitung dan menghadirkan sejumlah narasumber kompeten,” ujar Hotama saat ditemui di lokasi, Selasa (13/10/2026).

Sejumlah tokoh dijadwalkan menjadi narasumber dalam seminar tersebut, yakni Dato’ Akhmad Elvian, sejarawan dan budayawan Bangka Belitung; Darlan, Kepala Dinas Sosial dan PMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung; Eko Kurniawan, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung; serta Hermanto Phoeng, Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Bangka Belitung.

Sementara itu, seminar akan dipandu oleh penulis Bangka Belitung, Ahmadi Sofyan, yang bertindak sebagai moderator.

Hotama menjelaskan, seminar tidak hanya diarahkan untuk membahas usulan Tony Wen sebagai Pahlawan Nasional, tetapi juga menjadi ruang edukasi sejarah bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

“Kami berharap melalui kegiatan ini seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama memperjuangkan apa yang telah kita usulkan. Diperkirakan sekitar 1.000 peserta akan hadir, terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda, ormas, OKP, organisasi keagamaan, pelajar, hingga mahasiswa,” jelasnya.

Menurutnya, keterlibatan berbagai elemen masyarakat diharapkan dapat menumbuhkan rasa patriotisme dan nasionalisme sekaligus memperluas pemahaman generasi muda mengenai sejarah perjuangan tokoh-tokoh asal Bangka Belitung.

Momentum seminar juga diharapkan menjadi langkah awal untuk mendorong perhatian lebih besar terhadap keberadaan situs dan peninggalan sejarah di Kabupaten Bangka.

“Semoga apa yang kami laksanakan ini memberi manfaat nyata bagi perjuangan Kabupaten Bangka agar memiliki museum sejarah sendiri serta pahlawan daerah yang diakui secara resmi,” pungkas Hotama.

Dengan waktu pelaksanaan yang tinggal tiga hari, panitia kini fokus menyelesaikan penataan lokasi, teknis acara, serta koordinasi dengan para peserta dan tamu undangan agar seminar publik dapat berjalan lancar.(Rls)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *