banner 1028x250

Lempah Kuning Daun Simpur Dibidik Jadi Ikon Kuliner Pangkalpinang, Prof Saparudin Angkat Nilai Tradisi Lokal

Sandi Kharisma
10 Okt 2026 12:30
3 menit membaca
Spread the love

PANGKALPINANG, KATABABEL.COM — Pemerintah Kota Pangkalpinang mendukung kehadiran destinasi kuliner baru, Lempah Kuning Daun Simpur, sebagai langkah melestarikan warisan kuliner tradisional sekaligus memperkuat daya tarik wisata gastronomi khas Bangka Belitung.

Dukungan tersebut disampaikan Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, saat menghadiri grand opening rumah makan Lempah Kuning Daun Simpur, Sabtu (10/10/2026).

Menurut Prof. Saparudin, lempah kuning bukan sekadar hidangan khas daerah, melainkan bagian dari identitas dan kekayaan budaya masyarakat Bangka Belitung yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata kuliner.

Ia menilai, keistimewaan lempah kuning terletak pada cita rasanya yang khas, penggunaan ikan segar, serta proses memasaknya yang sederhana tanpa menggunakan minyak goreng.

banner 1028x250

“Lempah kuning ini hidangan yang sangat sehat karena proses memasaknya sama sekali tidak menggunakan minyak. Hanya menggunakan air putih yang dididihkan bersama bumbu-bumbu, lalu dimasukkan ikan segar. Sederhana, namun lezat dan menyehatkan,” ujar Prof. Saparudin.

Lebih dari sekadar rasa, penggunaan daun simpur menjadi salah satu keunikan yang menarik perhatian Prof. Saparudin. Menurutnya, daun tersebut menyimpan nilai historis yang erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat Bangka pada masa lalu.

Ia mengungkapkan, daun simpur dahulu lazim digunakan masyarakat untuk membungkus ikan yang dibeli dari pasar. Bungkusan tersebut kemudian diikat menggunakan tali kurun, sebuah kebiasaan yang menjadi bagian dari keseharian masyarakat sebelum penggunaan berbagai kemasan modern semakin meluas.

“Bagi generasi di bawah usia 40 tahun mungkin kurang mengenal daun simpur ini. Padahal, dulu waktu kami kecil, daun simpur biasa digunakan untuk membungkus ikan dari pasar dan diikat tali kurun. Cerita orang tua dulu, ikan yang dibungkus daun simpur bisa bertahan lebih awet dibanding pembungkus modern,” jelasnya.

Menurutnya, tradisi tersebut menjadi pengingat bahwa kekayaan kuliner daerah tidak hanya berbicara tentang makanan, tetapi juga menyimpan cerita, kebiasaan, dan pengetahuan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Karena itu, kehadiran rumah makan Lempah Kuning Daun Simpur dinilai dapat menjadi salah satu cara memperkenalkan kembali tradisi tersebut kepada generasi muda sekaligus menjaga agar warisan budaya lokal tidak terlupakan.

Prof. Saparudin juga mengajak masyarakat, tamu undangan, dan para pecinta kuliner untuk ikut mempromosikan Lempah Kuning Daun Simpur melalui media sosial dan berbagai platform digital.

Menurutnya, promosi yang kreatif dan berkelanjutan menjadi salah satu kunci untuk memperluas pengenalan kuliner khas Bangka Belitung, terutama di tengah perkembangan industri pariwisata yang semakin kompetitif.

“Kita diundang untuk mencicipi hidangan, memberikan ulasan di media sosial, hingga merancang tagline yang menarik. Harapannya, kuliner khas Bangka Belitung ini tidak hanya dikenal di Pangkalpinang dan se-Bangka Belitung saja, melainkan menembus tingkat nasional bahkan internasional,” tambahnya.

Ia berharap, promosi tersebut dapat membangun rasa bangga masyarakat terhadap kuliner lokal sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha kuliner untuk berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Pengembangan wisata gastronomi, lanjutnya, memiliki peluang untuk memberikan dampak positif bagi daerah. Selain memperkenalkan kekayaan rasa dan tradisi, destinasi kuliner juga berpotensi menjadi ruang pertemuan masyarakat serta tujuan wisata bagi pengunjung dari luar daerah.

Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap Lempah Kuning Daun Simpur dapat tumbuh menjadi usaha kuliner yang berkelanjutan sekaligus memperkuat identitas gastronomi Kota Pangkalpinang.

Prof. Saparudin optimistis, perpaduan cita rasa autentik, bahan pangan lokal, dan nilai tradisi yang diusung rumah makan tersebut dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun wisatawan.

“Dari nilai tradisi dan kelezatannya, kami berharap restoran ini bertahan lama, maju, dan terus berkembang. Semoga kelak menjadi identitas kuliner Pangkalpinang, tempat berkumpulnya warga, serta destinasi favorit bagi para pecinta kuliner khas Bangka Belitung,” pungkasnya.

Kehadiran Lempah Kuning Daun Simpur diharapkan tidak hanya menambah pilihan destinasi kuliner di Pangkalpinang, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya Bangka Belitung kepada khalayak yang lebih luas.

Dengan demikian, kuliner tradisional tidak sekadar bertahan sebagai warisan masa lalu, tetapi juga mampu berkembang menjadi kekuatan pariwisata dan kebanggaan daerah di masa depan.(San)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *