PANGKALPINANG, KATABABEL.COM — Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA) BPJS Ketenagakerjaan hadir sebagai upaya mendorong penerima manfaat agar mampu bangkit, mengembangkan potensi ekonomi, serta membangun kemandirian menuju kesejahteraan yang berkelanjutan.
Kegiatan bertajuk “Bangkit Merajut Kemandirian Menuju Kesejahteraan Berkelanjutan” tersebut dilaksanakan secara serentak secara nasional, Selasa (18/8/2026), dan dipusatkan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Tuatunu, Kota Pangkalpinang.
Kegiatan tersebut dihadiri sekaligus dibuka oleh Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin dan didampingi Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Pangkalpinang. Turut hadir Kepala BPJS Ketenagakerjaan beserta jajaran dan sekitar 50 penerima manfaat, yang terdiri dari ahli waris, penerima Jaminan Hari Tua (JHT), serta penerima manfaat pensiun.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan, Evi, mengatakan program PEKA merupakan bentuk kepedulian sekaligus pendampingan kepada penerima manfaat agar tidak hanya menerima manfaat perlindungan sosial, tetapi juga memiliki kemampuan untuk membangun kemandirian ekonomi.
“PEKA merupakan program untuk memberikan pendampingan dan manfaat kepada para pelaku ekonomi. Hari ini kegiatan dilaksanakan serempak secara nasional dan di Pangkalpinang kita hadir bersama 50 penerima manfaat,” ujar Evi.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi para penerima manfaat untuk menciptakan peluang usaha dan mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki.
“Kami berharap setelah mengikuti kegiatan ini, bapak dan ibu dapat semakin mandiri dan mampu menciptakan peluang usaha. Kami juga mengapresiasi Pemerintah Kota Pangkalpinang atas kerja sama dan dukungannya,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program PEKA yang dinilainya sebagai program strategis BPJS Ketenagakerjaan dalam memperkuat kemandirian masyarakat.
Ia mengatakan, kehadiran BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya memberikan perlindungan melalui santunan kepada ahli waris maupun manfaat bagi peserta yang memasuki masa pensiun, tetapi juga memberikan semangat, pelatihan, dan bekal agar penerima manfaat dapat terus berkembang.
“Ini merupakan upaya BPJS Ketenagakerjaan di seluruh Indonesia dan menjadi program yang strategis. BPJS memberikan santunan kepada ahli waris ketika suami atau anggota keluarga meninggal dunia maupun memberikan manfaat bagi peserta yang memasuki masa pensiun,” ujar Saparudin.
Menurutnya, program pemberdayaan seperti PEKA menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan ekonomi masyarakat.
“BPJS hadir dengan upaya memberikan semangat, latihan dan bekal kepada bapak dan ibu agar bisa maju dan berkembang. Kami Pemerintah Kota Pangkalpinang mengucapkan terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan yang telah menginisiasi kegiatan ini,” katanya.
Saparudin juga mengapresiasi Dinas Ketenagakerjaan Kota Pangkalpinang yang turut mendorong berbagai program pemberdayaan masyarakat.
“Ini merupakan upaya yang sangat baik. Bagaimana kita memberikan hal-hal yang baik bagi masyarakat di kota ini. Salah satu tugas pemerintah adalah memastikan masyarakat memiliki kesempatan untuk bekerja dan meningkatkan kesejahteraannya. Ini menjadi tanggung jawab kami sebagai pemerintah,” tuturnya.
Ia berharap kolaborasi antara BPJS Ketenagakerjaan dan Pemerintah Kota Pangkalpinang dapat terus diperkuat sehingga program pemberdayaan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi mampu melahirkan usaha-usaha produktif yang berkelanjutan.
“Dengan adanya program ini, kita berharap perekonomian masyarakat semakin meningkat dan penerima manfaat bisa benar-benar menjadi lebih mandiri,” pungkasnya.
Program PEKA diharapkan menjadi jembatan bagi penerima manfaat untuk bertransformasi dari penerima perlindungan sosial menjadi masyarakat yang produktif, berdaya, dan mampu menciptakan peluang ekonomi bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitarnya.










