PANGKALPINANG, KATABABEL.COM – Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menerima kunjungan tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) MUI Pusat dalam rangka mengevaluasi pelaksanaan program dan kinerja organisasi di tingkat daerah.
Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Pasir Padi, Lantai III Kantor Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (2/9/2026).
Monitoring dan evaluasi ini dihadiri jajaran pengurus MUI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, perwakilan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pimpinan MUI kabupaten dan kota, serta sejumlah tokoh dan undangan lainnya.
Ketua Umum MUI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Prof. Hatamar Rasyid, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk melihat sejauh mana pelaksanaan program kerja MUI di daerah.
Menurutnya, dukungan pemerintah daerah selama ini memiliki peran penting dalam mendukung berbagai kegiatan dan program yang dilaksanakan MUI.
“Pemerintah daerah selama ini memberikan perhatian dan dukungan kepada MUI dalam melaksanakan berbagai program. Tentunya kami berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat sehingga program-program MUI dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran MUI Pusat yang melaksanakan monitoring dan evaluasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Prof. Hatamar berharap kegiatan tersebut dapat memberikan masukan dan rekomendasi bagi penguatan organisasi serta peningkatan pelaksanaan program MUI di masa mendatang.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Drs. H. Tarmin, M.Si, yang mewakili Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkomitmen mendukung berbagai kegiatan positif yang dilaksanakan MUI.
Ia mengatakan MUI memiliki peran strategis dalam kehidupan masyarakat, baik sebagai wadah bagi para ulama maupun sebagai mitra pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan sejahtera.
“Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan senantiasa mendukung berbagai aktivitas MUI yang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” katanya.
Menurut Tarmin, selama ini sinergi antara pemerintah daerah dan MUI telah berjalan dengan baik dalam berbagai bidang.
Kerja sama tersebut, lanjutnya, mencakup upaya menjaga kerukunan masyarakat, penguatan pemahaman keagamaan, pengembangan ekonomi syariah, sertifikasi halal, hingga pemberdayaan masyarakat.
Ia menilai kegiatan monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan MUI Pusat menjadi momentum penting untuk mengukur capaian program kerja organisasi di daerah sekaligus mengidentifikasi berbagai tantangan dan kendala yang dihadapi.
“Hasil monitoring dan evaluasi ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi strategis dalam meningkatkan kinerja organisasi, sekaligus memperkuat peran MUI dalam menjaga kerukunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan Koordinator Wilayah MUI Pusat, Prof. Utang Ranuwijaya, menjelaskan bahwa kunjungannya ke Bangka Belitung tidak hanya untuk melaksanakan monitoring dan evaluasi, tetapi juga sebagai bentuk pendampingan kepada jajaran pengurus MUI di daerah.
Menurutnya, MUI memiliki peran penting sebagai khadimul ummah atau pelayan umat serta sebagai mitra pemerintah dalam menjalankan berbagai program pembangunan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.
“MUI harus menjalankan tugas pelayanan kepada umat dengan penuh keikhlasan dan tanpa pamrih. Berbagai persoalan yang berkaitan dengan kehidupan umat, baik di bidang keagamaan maupun sosial kemasyarakatan, menjadi perhatian dan tanggung jawab kita bersama,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya peran MUI dalam memberikan pandangan dan masukan terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat, termasuk yang berkaitan dengan akidah, syariah dan kehidupan sosial.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut, MUI Pusat diharapkan dapat memperoleh gambaran langsung mengenai pelaksanaan program, kondisi organisasi serta berbagai kebutuhan MUI di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Kegiatan ini juga diharapkan semakin memperkuat koordinasi antara MUI Pusat, MUI Provinsi, MUI kabupaten/kota dan pemerintah daerah dalam menjalankan peran masing-masing demi memberikan pelayanan terbaik kepada umat dan masyarakat.(San)











