banner 1028x250

Tua Tunu Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Pangan, Pemkot Pangkalpinang Dorong Kawasan Pertanian Terpadu

Sandi Kharisma
6 Okt 2026 11:37
3 menit membaca

PANGKALPINANG, KATABABEL.COM — Kawasan Kelurahan Tua Tunu Indah, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang, mulai diarahkan untuk dikembangkan sebagai kawasan pangan terpadu yang tidak hanya menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga berpotensi menjadi destinasi wisata pangan dan edukasi pertanian.

Gagasan tersebut disampaikan Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam kegiatan penanaman perdana padi gogo di kawasan Tua Tunu Indah, Selasa (6/10/2026).

Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Pangkalpinang, Augustu Afendi, yang mewakili Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna, mengatakan Pemkot Pangkalpinang siap mendukung pengembangan kawasan tersebut.

“Kami Pemerintah Kota Pangkalpinang akan mendukung ini. Harapan kami, ke depan lahan ini menjadi salah satu objek destinasi tujuan wisata,” kata Augustu.

banner 1028x250

Menurutnya, kawasan tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan secara terpadu dengan menggabungkan sektor pertanian, edukasi, lingkungan, dan wisata.

Konsep pengembangan juga dapat disesuaikan dengan kondisi musim. Saat musim kering, lahan dapat dimanfaatkan untuk menanam padi gogo serta tanaman hortikultura seperti semangka dan melon.

Sedangkan pada musim hujan, kawasan tersebut dapat diarahkan untuk pengembangan tanaman padi sawah.

Tak hanya tanaman pangan, Pemkot juga mendorong pemanfaatan pematang lahan dengan tanaman produktif seperti mangga dan lengkeng.

Pengembangan kawasan bahkan dapat dipadukan dengan konsep lokal “Kelekak” atau “Kelak untuk Ikak”, yakni gerakan menanam pohon yang salah satunya dapat melibatkan pasangan calon pengantin.

Dengan konsep tersebut, kawasan Tua Tunu diharapkan tidak sekadar menjadi lahan pertanian, tetapi berkembang menjadi ruang terbuka produktif yang memiliki nilai ekonomi, edukasi, lingkungan, sekaligus wisata bagi masyarakat.

“Orang yang hebat adalah orang yang memulai selangkah dulu. Kita sudah memulai. Tinggal kita pikirkan langkah-langkah berikutnya,” ujar Augustu.

Pengembangan kawasan pangan terpadu ini diawali dengan penanaman perdana padi gogo varietas Drupadi.

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang bersama Baznas Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, serta Kelurahan Tua Tunu Indah.

Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, Febie Dwihartanto, menegaskan program tersebut tidak dimaksudkan sebagai kegiatan seremonial semata.

Ia berharap pengembangan kawasan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat serta penyuluh pertanian.

“Kami berharap kegiatan ini bukan hanya seremonial. Pascakegiatan ini, pembangunan Kawasan Pangan Terpadu di Kelurahan Tua Tunu Indah membawa dampak yang sangat positif, baik bagi Lapas Kelas IIA Pangkalpinang maupun masyarakat,” kata Febie.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Kepulauan Bangka Belitung, Ade Agustina, menyebut kawasan tersebut juga dapat menjadi sarana edukasi mengenai proses produksi pangan.

Menurutnya, masyarakat selama ini lebih banyak melihat hasil akhir berupa beras di meja makan, tanpa mengetahui proses panjang di balik produksinya.

Karena itu, kawasan pangan terpadu di Tua Tunu dinilai dapat dikembangkan sebagai semacam laboratorium ketahanan pangan di Kota Pangkalpinang.

Penggunaan kompos yang diproduksi melalui pembinaan warga binaan juga menjadi bagian dari pengembangan kawasan tersebut.

Ade berharap program tetap berlanjut meskipun terjadi pergantian pimpinan Lapas.

“Siapa pun yang memimpin Lapas Pangkalpinang, programnya harus terus berjalan,” katanya.

Dengan dukungan Pemkot Pangkalpinang dan kolaborasi lintas lembaga, kawasan Tua Tunu kini mulai memiliki arah pengembangan baru: dari lahan pertanian menjadi kawasan pangan terpadu yang berpotensi menghadirkan wisata pertanian, edukasi pangan, pemberdayaan masyarakat, dan ruang hijau produktif di Kota Pangkalpinang.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *