banner 1028x250

Job Fair di Kampus, Pemkot Pangkalpinang Perluas Akses Kerja Bagi Lulusan Perguruan Tinggi

Sandi Kharisma
14 Okt 2026 14:32
2 menit membaca
Bagikan

PANGKALPINANG, KATABABEL.COM — Pemerintah Kota Pangkalpinang terus berupaya memperluas akses kesempatan kerja bagi masyarakat, khususnya para lulusan perguruan tinggi yang tengah bersiap memasuki dunia profesional.

Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Job Fair di Gedung Serba Guna Institut Sains dan Bisnis (ISB) Atma Luhur, Rabu (14/10/2026).

Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, mengatakan pemilihan lingkungan kampus sebagai lokasi Job Fair memiliki makna strategis. Menurutnya, kampus merupakan salah satu tempat berkumpulnya generasi muda yang dalam waktu dekat akan memasuki dunia kerja.

“Tahun ini sengaja kita laksanakan di kampus ISB Atma Luhur. Ini memiliki makna tersendiri bahwa pemerintah kota harus mendekatkan diri ke lingkungan kampus, sebab kampus adalah tempat anak-anak kita yang kelak akan melangkah ke dunia kerja,” ujar Saparudin.

banner 1028x250

Ia menyebut, tantangan ketenagakerjaan saat ini semakin kompleks. Keterbatasan lapangan kerja membuat persaingan mendapatkan pekerjaan semakin ketat, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga dengan pencari kerja yang membidik peluang di luar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Karena itu, Saparudin menegaskan perusahaan yang dilibatkan dalam Job Fair merupakan perusahaan yang memang memiliki kebutuhan tenaga kerja.

Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ruang pertemuan antara pemerintah dan pencari kerja, tetapi juga diharapkan mampu mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja sesuai kualifikasi.

Selain memfasilitasi pertemuan pencari kerja dengan dunia usaha, Pemkot Pangkalpinang juga terus mendorong terciptanya lapangan pekerjaan melalui investasi dan pengembangan sektor usaha.

Di sisi lain, peluang kerja juga diperluas hingga ke luar negeri. Salah satunya melalui kerja sama dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) dalam menyiapkan calon tenaga kerja profesional untuk penempatan di Arab Saudi.

Menurut Saparudin, perluasan akses kerja harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Ia menekankan agar pelatihan kerja tidak hanya berorientasi pada pemberian keterampilan dasar, tetapi menghasilkan tenaga kerja dengan kompetensi yang dapat diukur dan diakui.

“Setiap peserta wajib dibekali kompetensi teruji dan sertifikasi berstandar nasional. Pelatihan ini tidak boleh biasa-biasa saja. Harus ada kompetensi dan sertifikasi minimal tingkat nasional,” tegasnya.

Pemkot Pangkalpinang berharap sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha dan lembaga ketenagakerjaan dapat terus diperkuat. Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang mampu menjembatani kebutuhan industri dengan kompetensi pencari kerja.

Melalui Job Fair, pelatihan berbasis kompetensi hingga pembukaan akses kerja ke luar negeri, pemerintah daerah berupaya memastikan masyarakat Pangkalpinang memiliki lebih banyak pilihan untuk memasuki dunia kerja secara profesional dan kompetitif.(Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *