banner 728x90
Polda Babel,

Kapolda Babel Tekankan Profesionalisme Jurnalis di Era Post-Truth

44
×

Kapolda Babel Tekankan Profesionalisme Jurnalis di Era Post-Truth

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, KATABABEL.COM – Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Viktor T Sihombing, menegaskan pentingnya profesionalisme jurnalis dalam menyampaikan informasi publik yang akurat, berimbang, dan sesuai dengan ketentuan hukum.

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Seminar dan Dialog Publik yang digelar di Gedung Tribrata Polda Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (6/5/2026).

Dalam sambutannya, Viktor menyampaikan apresiasi atas kehadiran para narasumber, termasuk Wakapolda serta sejumlah tokoh yang turut berpartisipasi dalam forum tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman sekaligus membangun sinergi antara kepolisian dan insan pers.

“Ini merupakan kehormatan bagi kami. Kehadiran para narasumber tentu akan memberikan wawasan dan perspektif baru tentang peran strategis insan pers dalam menyampaikan informasi publik,” ujarnya.

Menurut Viktor, hubungan antara Polda Bangka Belitung dan media selama ini telah terjalin dengan baik dan saling menguntungkan. Di satu sisi, kepolisian membutuhkan media sebagai sarana penyampaian informasi kepada masyarakat, sementara di sisi lain, media memerlukan akses informasi yang kredibel dari kepolisian.

“Pada akhirnya, semua bermuara pada kepentingan masyarakat. Apa yang kita lakukan harus memberikan manfaat nyata bagi publik,” tegasnya.

Ia juga menyoroti tantangan besar di era post-truth, di mana batas antara fakta dan opini kerap menjadi kabur. Dalam kondisi tersebut, jurnalis dituntut untuk tetap berpegang teguh pada kode etik jurnalistik serta mengedepankan kebenaran informasi.

“Kritik dari insan pers harus bersifat konstruktif, membangun, bukan menjatuhkan. Tujuannya adalah mendukung kemajuan bangsa dan daerah,” katanya.

Lebih lanjut, Viktor mengajak seluruh pihak untuk menyamakan persepsi dalam melihat berbagai persoalan publik agar dapat melahirkan solusi bersama. Ia menilai, kehadiran pers merupakan kekuatan penting dalam mendukung tugas kepolisian, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Dalam kesempatan tersebut, Viktor juga mengutip pandangan jurnalis senior Mochtar Lubis yang menyatakan bahwa pers yang baik adalah pers yang berani—berani menyuarakan kebenaran sekaligus bertanggung jawab kepada publik.

Selain itu, ia turut mengaitkan peran pers dengan pemikiran filsuf John Stuart Mill, yang menekankan bahwa kebebasan pers harus mampu memberikan dampak terbaik bagi masyarakat luas.

“Pers harus membantu masyarakat dalam mengambil keputusan yang benar melalui informasi yang tepat dan dapat dipercaya,” tambahnya.

Melalui kegiatan seminar dan dialog publik ini, Viktor berharap sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan insan pers semakin kuat. Ia optimistis kolaborasi tersebut akan mampu mendorong terciptanya penyampaian informasi publik yang berkualitas, kredibel, dan berlandaskan hukum.

“Semoga ke depan kita semakin sejalan dalam memahami dan menyikapi berbagai persoalan di masyarakat,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *