banner 728x90
DPRD Prov Babel

Penerbangan Internasional Kembali Dibuka, DPRD Babel: Belitung Siap Bangkit Jadi Destinasi Dunia

42
×

Penerbangan Internasional Kembali Dibuka, DPRD Babel: Belitung Siap Bangkit Jadi Destinasi Dunia

Sebarkan artikel ini

TANJUNGPANDAN, KATABABEL.COM – Angin segar kembali berembus bagi sektor pariwisata di Negeri Laskar Pelangi. Rencana dibukanya penerbangan internasional perdana rute Singapura–Tanjung Pandan oleh Scoot pada 3 Mei 2026 disambut penuh optimisme oleh berbagai pihak, termasuk DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Wakil Ketua DPRD Babel, Edi Nasapta, secara terbuka menyampaikan apresiasi atas kerja keras Pemerintah Kabupaten Belitung dalam menghadirkan kembali akses penerbangan internasional ke daerah tersebut. Ia menilai, langkah ini menjadi tonggak penting dalam menghidupkan kembali geliat pariwisata yang sempat melambat.

Ucapan penghargaan itu juga ditujukan kepada Bupati Belitung, Joni Alamsyah, bersama Wakil Bupati Syamsir dan seluruh jajaran pemerintah daerah yang dinilai berhasil menunjukkan komitmen nyata dalam mendorong kemajuan daerah.

“Ini momentum besar yang patut kita syukuri. Penerbangan internasional ini menandakan Belitung kembali dilirik sebagai destinasi unggulan. Kita berharap ini menjadi titik awal kebangkitan sektor pariwisata yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat,” ujar Edi.

Sebagai putra asli Belitung, Edi menegaskan bahwa daerahnya memiliki potensi wisata kelas dunia yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Keindahan alam pesisir, bebatuan granit khas, serta panorama laut yang eksotis menjadi kekuatan utama yang telah lama menarik perhatian wisatawan.Salah satu ikon wisata yang disebutnya adalah Pantai Tanjung Tinggi, yang dikenal luas hingga mancanegara dan menjadi magnet utama bagi wisatawan domestik maupun internasional.

Namun, Edi mengingatkan bahwa geliat pariwisata tidak boleh berdiri sendiri tanpa dukungan sektor lain. Ia menilai, kekuatan ekonomi Belitung justru terletak pada keberagaman sektor yang saling menopang.

“Belitung ini punya karakter ekonomi yang unik. Kita punya sejarah panjang di sektor pertambangan timah, kemudian berkembang di perkebunan seperti kelapa sawit dan lada, serta sektor perikanan. Pariwisata memang menjanjikan, tapi tidak boleh menggeser sektor lain. Semua harus berjalan beriringan,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menyoroti pentingnya kesiapan menyeluruh dalam menyambut kembali wisatawan mancanegara. Menurutnya, kehadiran maskapai internasional hanyalah pintu masuk, sementara keberhasilan sesungguhnya ditentukan oleh kesiapan ekosistem pariwisata itu sendiri.

Edi menekankan perlunya strategi promosi yang lebih kreatif dan tepat sasaran, termasuk menghidupkan kembali peran pelaku industri perjalanan, pelaku UMKM, hingga penyedia jasa wisata lokal.

“Promosi itu tidak selalu soal anggaran besar, tapi bagaimana strategi yang kita gunakan tepat sasaran dan mampu menjangkau pasar yang potensial. Kolaborasi semua pihak menjadi kunci,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan pariwisata harus berjalan selaras dengan penguatan sektor lain seperti pertanian, perikanan, perkebunan, kehutanan hingga pertambangan. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan dapat lebih merata dan berkelanjutan.

Menurutnya, jika seluruh sektor mampu bergerak bersama, maka Belitung tidak hanya akan dikenal sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai daerah dengan fondasi ekonomi yang kokoh.

“Harapan kita, pariwisata benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Tapi tetap harus ditopang oleh sektor-sektor lain yang selama ini sudah menjadi kekuatan utama masyarakat Belitung,” pungkasnya.

Dengan dibukanya kembali jalur internasional ini, Belitung kini berada di titik strategis untuk kembali menegaskan posisinya di peta pariwisata global. Tantangannya kini adalah bagaimana menjaga momentum tersebut agar berkelanjutan dan benar-benar memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *