banner 728x90
UBB

Rektor UBB Tekankan Peran Orang Tua dalam Menentukan Masa Depan Anak

110
×

Rektor UBB Tekankan Peran Orang Tua dalam Menentukan Masa Depan Anak

Sebarkan artikel ini

TOBOALI, KATABABEL.COM – Rektor Universitas Bangka Belitung (UBB), Prof. Dr. Ibrahim, menegaskan bahwa keberhasilan masa depan anak sangat dipengaruhi keterlibatan aktif orang tua dalam proses pendidikan. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam kegiatan parenting di SMAN 1 dan SMAN 3 Toboali, Selasa (3/2/2026).

Kegiatan parenting ini digelar sebagai upaya memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendampingi siswa, khususnya dalam menghadapi masa transisi menuju pendidikan tinggi.

Dalam kegiatan tersebut, Rektor UBB didampingi Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UBB, Prof. Dr. Devi Valeriani.Turut hadir dalam kegiatan itu Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Saipul Bakhri, Koordinator Pengawas SMA Cabang Dinas Wilayah III, Aspandi, Kepala SMAN 3 Toboali, Elya Rosda, Wakil Kepala Kurikulum SMAN 1 Toboali, Irwan Hari Suprapto, Kepala SMKN 1 Toboali, Aryanto, jajaran pendidik, ratusan siswa, serta para orang tua peserta didik.

Dalam pemaparannya, Prof. Ibrahim menekankan bahwa sekolah berperan sebagai pendukung pendidikan formal, sedangkan keluarga memiliki peran utama dalam membentuk karakter, motivasi, serta arah masa depan anak.

Ia mengingatkan agar orang tua tidak hanya menuntut prestasi, tetapi juga hadir sebagai pendamping yang memberikan dukungan moral.

“Orang tua adalah pengarah utama. Anak-anak membutuhkan dorongan, komunikasi, dan kepercayaan agar potensi mereka dapat berkembang secara optimal,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kepekaan orang tua dalam mengenali minat dan bakat anak. Menurutnya, pemaksaan pilihan jurusan atau jalur pendidikan tanpa komunikasi yang baik justru dapat menghambat perkembangan anak.

Selain itu, Prof. Ibrahim mengajak para orang tua untuk mulai merencanakan investasi pendidikan jangka panjang melalui pendidikan tinggi. Ia menegaskan bahwa pilihan perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, di dalam maupun luar daerah, bukan menjadi persoalan utama, melainkan kesiapan dan perencanaan sejak dini.

“Yang terpenting adalah kesiapan mental, akademik, dan perencanaan yang matang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” katanya, sembari memberikan gambaran mengenai dunia perkuliahan dan berbagai peluang studi kepada para siswa.

Pihak SMAN 1 dan SMAN 3 Toboali menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka menilai materi yang disampaikan sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi orang tua dan siswa dalam menentukan arah pendidikan setelah lulus sekolah menengah.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif. Para orang tua terlihat antusias mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari strategi memilih jurusan sesuai minat dan bakat, kesiapan finansial dan mental dalam melanjutkan pendidikan, hingga pola pendampingan belajar yang efektif di lingkungan keluarga.

Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun kolaborasi yang kuat antara sekolah, orang tua, dan perguruan tinggi dalam mencetak generasi muda Bangka Selatan yang berkarakter, percaya diri, dan mampu bersaing di tingkat global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *