PANGKALPINANG, KATABABEL.COM – Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) terus berkomitmen memperkuat penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) sekaligus meningkatkan akses bantuan pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
Komitmen tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Darwin, S.Pd., M.Mat., saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) dan Evaluasi Pendataan Anak Tidak Sekolah (ATS) Tahun 2026 yang berlangsung di Sun Hotel Pangkalpinang, Kamis (9/7/2026).
Darwin mengatakan, pendataan calon penerima bantuan pendidikan tahun 2026 dilakukan secara lebih ketat agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran. Verifikasi tidak hanya mengacu pada Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), tetapi juga diperkuat melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) serta rekomendasi dari pihak sekolah.
“Pendataan sekarang diperkuat. Selain SKTM, data juga diverifikasi melalui Dapodik dan disertai surat keterangan dari kepala sekolah yang menyatakan siswa tersebut benar-benar layak menerima bantuan serta tidak sedang menerima beasiswa dari program lain,” ujar Darwin.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Pangkalpinang menargetkan sekitar 1.000 siswa menjadi penerima bantuan pendidikan pada tahun 2026. Saat ini, proses pendataan dan verifikasi masih terus dilakukan untuk memastikan seluruh penerima memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.
“Targetnya sekitar seribu siswa. Saat ini masih dalam proses pendataan dan mudah-mudahan dapat segera diselesaikan,” katanya.
Selain mengalokasikan bantuan melalui pemerintah daerah, Disdikbud juga terus membangun sinergi dengan dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan.
Dalam waktu dekat, bantuan perlengkapan sekolah akan disalurkan kepada sekitar 30 siswa sekolah dasar (SD). Bantuan tersebut meliputi tas sekolah, sepatu, serta berbagai kebutuhan belajar lainnya guna mendukung semangat belajar para siswa.
“Selain pemerintah, kami juga mengupayakan dukungan dari program CSR agar semakin banyak anak yang terbantu dan tetap bisa melanjutkan pendidikan,” ungkapnya.
Melalui upaya tersebut, Darwin berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, satuan pendidikan, dan masyarakat dapat semakin memperluas akses pendidikan bagi seluruh anak di Kota Pangkalpinang. Selain itu, sinergi yang terjalin diharapkan mampu menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) sehingga setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan yang berkualitas.













