PANGKALPINANG, KATABABEL.COM — Komunitas Koloni Babel menggelar kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat yang dilanjutkan dengan buka puasa bersama di Lune Cafe Galeri Ishadi Cual, Ahad (8/3/2026) sore. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda sosial komunitas dalam menyemarakkan bulan suci Ramadan sekaligus mempererat silaturahmi antar anggota.

Perwakilan Koloni Babel, Widi Prayoga, menyampaikan bahwa kegiatan berbagi takjil merupakan bentuk kepedulian komunitas kepada masyarakat, khususnya bagi para pengendara dan warga yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.
“Kami ingin memanfaatkan momen Ramadan ini untuk berbagi dengan masyarakat. Selain itu juga menjadi ajang mempererat kebersamaan anggota Koloni Babel,” ujarnya.
Ia menjelaskan para anggota komunitas mulai berkumpul sekitar pukul 16.30 WIB sebelum membagikan takjil kepada masyarakat di sekitar lokasi kegiatan. Setelah kegiatan berbagi takjil, acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang diikuti oleh para anggota komunitas serta sejumlah undangan.
Menurut Widi, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan komunitas Koloni Babel kepada masyarakat. Ia menyebutkan, komunitas tersebut telah aktif selama kurang lebih empat tahun dalam mengembangkan budidaya lebah madu di Bangka Belitung.
“Awalnya hanya beberapa orang saja yang terlibat, namun saat ini sudah ada sekitar 11 anggota yang aktif. Keanggotaan Koloni Babel juga sudah tersebar di beberapa wilayah di Bangka Belitung, bahkan hingga Belitung Timur,” jelasnya.
Selain kegiatan sosial, Koloni Babel juga memiliki sejumlah program rutin seperti edukasi budidaya lebah madu kepada masyarakat. Edukasi tersebut dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang cara budidaya lebah yang baik agar menghasilkan madu berkualitas.
Menurutnya, Bangka Belitung memiliki potensi besar dalam pengembangan usaha perlebahan karena kondisi alamnya yang mendukung sebagai habitat lebah madu.
“Bangka Belitung memang memiliki potensi besar sebagai habitat lebah madu. Bahkan madu melawan yang berasal dari daerah ini dikenal sebagai salah satu madu terbaik di dunia,” ungkapnya.
Widi menambahkan, melalui kegiatan ini pihaknya juga ingin mengedukasi masyarakat agar lebih memahami pentingnya memilih madu asli dan berkualitas di tengah maraknya produk madu yang tidak jelas asal-usulnya.
Ia berharap ke depan Koloni Babel dapat terus bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah seperti dinas terkait, untuk mendukung pengembangan usaha madu di Bangka Belitung.
“Kami berharap ada kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak agar potensi usaha madu di Bangka Belitung bisa semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Melalui kegiatan berbagi takjil dan buka puasa bersama ini, Koloni Babel berharap dapat menumbuhkan semangat kepedulian sosial sekaligus memperkuat kebersamaan antar anggota komunitas serta masyarakat di bulan suci Ramadan.






