Scroll Untuk Baca Berita
banner 728x90
banner 728x90
BeritaDaerah

Sosialisasi Pembangunan Tanggul dan Normalisasi Sungai Rangkui Digelar, Warga Diajak Dukung Pengendalian Banjir Pangkalpinang

45
×

Sosialisasi Pembangunan Tanggul dan Normalisasi Sungai Rangkui Digelar, Warga Diajak Dukung Pengendalian Banjir Pangkalpinang

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, KATABABEL.COM – Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Satuan Kerja SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) menggelar sosialisasi pembangunan tanggul dan normalisasi alur Sungai Rangkui di Kota Pangkalpinang. Kegiatan berlangsung di Kantor Camat Taman Sari, Selasa (7/7/2026), dan dihadiri unsur pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, serta warga yang berada di sekitar lokasi pekerjaan.

Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait rencana pelaksanaan proyek sekaligus membuka ruang dialog agar proses pembangunan berjalan lancar tanpa hambatan.

Kepala SNVT PJSA BWS Bangka Belitung, Agus Saputra, mengatakan pekerjaan yang akan dilaksanakan tahun ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk mengurangi risiko banjir yang selama ini menjadi persoalan di Kota Pangkalpinang.

Menurutnya, pembangunan difokuskan pada tiga titik prioritas, termasuk perbaikan tanggul di sekitar pintu air dan normalisasi alur sungai.

“Pekerjaan ini merupakan upaya kita untuk mengurangi dampak banjir di Kota Pangkalpinang. Memang belum dapat menyelesaikan seluruh persoalan banjir, tetapi ini menjadi langkah awal yang penting,” ujar Agus.

Ia menjelaskan, penanganan banjir tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus terintegrasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Kota Pangkalpinang, dan seluruh pemangku kepentingan.

Ke depan, BWS juga merencanakan peninggian tanggul, penggantian fasilitas pengendali banjir yang rusak, hingga normalisasi sedimentasi di sepanjang Sungai Rangkui. Namun karena keterbatasan anggaran, pelaksanaan tahun ini masih difokuskan pada tiga titik pekerjaan.

Agus berharap seluruh elemen masyarakat dapat memberikan dukungan agar proyek berjalan aman, lancar, dan selesai tepat waktu.

“Kalau pekerjaan tahun ini berhasil tanpa hambatan, tentu akan menjadi modal bagi kita untuk mengusulkan anggaran lanjutan kepada pemerintah pusat sehingga penanganan banjir di Pangkalpinang dapat dilakukan secara lebih menyeluruh,” katanya.

Ia juga memperkenalkan tim pelaksana yang akan bekerja di lapangan, mulai dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), kontraktor pelaksana PT. Vanessa Citra Nusantara, hingga konsultan supervisi PT Pilar Nawa Seto KSO CV. Boarta Lestari Consultan, yang nantinya akan berkoordinasi langsung dengan pemerintah daerah dan masyarakat.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bagian Irigasi dan Rawa BWS Babel, Teguh Prastowo, memaparkan secara teknis rencana pekerjaan yang akan dilaksanakan.

Ia menjelaskan pembangunan meliputi pemasangan dinding penahan tanah (DPT), peninggian parapet tanggul sepanjang sekitar 400 meter di kawasan Kampung Opas, pembangunan fasilitas pendukung, serta perbaikan empat unit pintu air beserta sistem pengamannya.

Menurut Teguh, sebagian pekerjaan persiapan telah dimulai di lapangan sehingga diharapkan masyarakat dapat mendukung kelancaran pelaksanaan proyek.

“Kami berharap dukungan dari seluruh masyarakat agar paket pekerjaan ini dapat berjalan dengan baik, selesai tepat waktu, dan nantinya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung, Aco Rahmadi Jaya, menegaskan pihaknya melakukan pengawalan dan pengamanan terhadap proyek tersebut melalui Program Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS).

Ia menjelaskan pendampingan dilakukan berdasarkan permohonan dari Kepala Balai Wilayah Sungai kepada Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung, yang kemudian ditindaklanjuti dengan penerbitan surat perintah pengawalan.

Menurut Aco, tujuan utama pengamanan adalah memastikan proyek berjalan aman, tepat waktu, tepat mutu, tepat sasaran, serta bebas dari hambatan maupun penyimpangan.

“Kami ingin pekerjaan ini berjalan lancar tanpa adanya ancaman, hambatan, tantangan maupun gangguan, baik dari internal maupun eksternal,” katanya.

Ia juga menilai forum sosialisasi menjadi sarana penting bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan sebelum pekerjaan dimulai sehingga setiap permasalahan dapat diselesaikan melalui pendekatan hukum maupun pendekatan sosial.

“Kami berharap jika ada keberatan atau persoalan, silakan disampaikan dalam forum ini. Jangan sampai nanti setelah pekerjaan berjalan justru menjadi persoalan baru yang menghambat proyek,” ujarnya.

Selain itu, Kejaksaan juga mengajak masyarakat ikut berpartisipasi dalam menyukseskan pembangunan, baik melalui dukungan terhadap pelaksanaan pekerjaan maupun pemanfaatan peluang ekonomi yang muncul selama proyek berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku.

Kegiatan sosialisasi ditutup dengan sesi tanya jawab antara masyarakat, pihak BWS, Kejaksaan Tinggi, pemerintah daerah, serta pelaksana pekerjaan. Berbagai masukan dan pertanyaan warga menjadi bahan diskusi untuk memastikan pembangunan tanggul dan normalisasi Sungai Rangkui dapat berjalan efektif serta memberikan manfaat nyata dalam mengurangi risiko banjir di Kota Pangkalpinang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *