Scroll Untuk Baca Berita
banner 728x90
banner 728x90
Pemkot Pangkalpinang

Pemkot Pangkalpinang Optimistis Peroleh Tambahan Bantuan Revitalisasi Sekolah Tahun 2026

46
×

Pemkot Pangkalpinang Optimistis Peroleh Tambahan Bantuan Revitalisasi Sekolah Tahun 2026

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, KATABABEL.COM – Pemerintah Kota Pangkalpinang optimistis akan memperoleh tambahan bantuan revitalisasi satuan pendidikan dari pemerintah pusat pada tahun 2026. Optimisme tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, usai menghadiri Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 dan Penyerahan Revitalisasi Tahun 2026 se-Kota Pangkalpinang dan se-Kabupaten Bangka Tengah yang berlangsung di SMP Negeri 9 Pangkalpinang, Kamis (2/7/2026).

Dessy mengatakan, pada tahun 2025 Kota Pangkalpinang telah menerima bantuan revitalisasi untuk lima satuan pendidikan dengan total anggaran sekitar Rp2,6 miliar. Bantuan tersebut meliputi pembangunan area bermain di TK Muslimat NU dan TK Kalam Kudus, rehabilitasi SD Negeri 40 dan SD Negeri 62, serta revitalisasi SMP Negeri 9 yang mencakup rehabilitasi toilet, ruang kelas, laboratorium, dan ruang administrasi.

“Alhamdulillah, bantuan yang diberikan pemerintah pusat menjadi bentuk perhatian nyata dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Kota Pangkalpinang. Kami berharap seluruh fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung proses belajar mengajar,” ujar Dessy.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Pangkalpinang terus berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan melalui pemerataan pembangunan infrastruktur sekolah. Untuk itu, Pemkot kembali mengusulkan revitalisasi terhadap 57 satuan pendidikan pada tahun 2026 yang terdiri dari 18 PAUD, 29 SD, dan 10 SMP.

Menurut Dessy, hingga saat ini empat satuan pendidikan telah memasuki tahap Perjanjian Kerja Sama (PKS), yakni tiga PAUD dan satu SD. Meski demikian, pihaknya berharap jumlah tersebut akan terus bertambah seiring proses verifikasi dan validasi yang dilakukan pemerintah pusat.

“Kami optimistis usulan revitalisasi yang telah diajukan dapat direalisasikan lebih banyak lagi. Semoga semakin banyak sekolah di Pangkalpinang yang memiliki fasilitas belajar yang aman, nyaman, dan layak sehingga mampu meningkatkan kualitas pendidikan,” katanya.

Selain program revitalisasi, Dessy juga berharap pemerintah pusat dapat mendukung pembangunan SMP Negeri 11 dan SMP Negeri 12 di Kota Pangkalpinang, termasuk merealisasikan program Sekolah Nasional Terintegrasi yang tengah dipersiapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan kementerian. Selama lahan tersedia, kami berharap pembangunan sekolah baru dapat diwujudkan agar pelayanan pendidikan bagi masyarakat Kota Pangkalpinang semakin optimal,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa peluang penambahan sekolah penerima bantuan revitalisasi pada tahun 2026 masih terbuka karena pemerintah masih melakukan proses verifikasi dan validasi terhadap usulan dari berbagai daerah.Ia menjelaskan, pemerintah semula menargetkan revitalisasi sebanyak 11.744 satuan pendidikan. Namun, berkat tambahan anggaran dari Presiden, jumlah tersebut meningkat menjadi sekitar 71.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

“Program revitalisasi ini merupakan komitmen Bapak Presiden dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua melalui penyediaan sekolah yang aman, nyaman, dan layak,” ujarnya.

Selain pembangunan fisik, pemerintah pusat juga terus memperkuat transformasi pendidikan melalui program digitalisasi sekolah, antara lain dengan penyediaan Interactive Flat Panel (IFP), peningkatan kompetensi guru, bantuan layanan internet Starlink bagi sekolah yang belum terjangkau jaringan, serta penambahan daya listrik bekerja sama dengan PLN tanpa biaya bagi sekolah penerima IFP.

Di sisi lain, peningkatan kualitas sumber daya manusia pendidikan juga menjadi perhatian melalui program beasiswa penyelesaian pendidikan S1 bagi guru, pelatihan pembelajaran mendalam, bimbingan konseling, penguatan kemampuan bahasa Inggris, STEM, hingga pembelajaran AI dan coding.Abdul Mu’ti juga menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter melalui implementasi Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Program Pagi Ceria, serta pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah selama lima hari yang berfokus pada pembentukan karakter, pengenalan bakat dan minat peserta didik, serta terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari kekerasan.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap berbagai program tersebut dapat semakin memperkuat kualitas layanan pendidikan serta menghadirkan lingkungan belajar yang berkualitas bagi seluruh peserta didik di Kota Pangkalpinang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *