Scroll Untuk Baca Berita
banner 728x90
banner 728x90
Nasional

Yayasan Alobi Raih Penghargaan Kalpataru Adya 2026, Sukses Selamatkan 8.000 Satwa Liar Babel​

38
×

Yayasan Alobi Raih Penghargaan Kalpataru Adya 2026, Sukses Selamatkan 8.000 Satwa Liar Babel​

Sebarkan artikel ini

​JAKARTA, KATABABEL.COM – Yayasan Alobi secara resmi menerima Penghargaan Kalpataru Adya Kategori Penyelamat Lingkungan Tahun 2026 dari Pemerintah Republik Indonesia. Penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup ini diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup RI, Jumhur Hidayat, di Gedung Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, pada Rabu (10/6/2026).

Apresiasi negara ini diberikan atas rekam jejak, dedikasi, dan konsistensi Yayasan Alobi selama 12 tahun terakhir dalam melakukan upaya penyelamatan, rehabilitasi, hingga pelepasliaran satwa liar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

​Berdasarkan data dan fakta di lapangan, gerakan konservasi yang diinisiasi oleh Yayasan Alobi telah berhasil mengeksekusi misi penyelamatan lingkungan yang masif. Fokus utama yayasan ini meliputi:

  • ​Pelepasliaran Satwa: Berhasil mengembalikan lebih dari 8.000 ekor satwa liar dari berbagai jenis ke habitat asli mereka.
  • ​Kolaborasi Multisektor: Membangun jaringan konservasi terintegrasi yang melibatkan masyarakat, pemerintah, akademisi, dunia usaha, hingga media massa.
  • ​Edukasi & Advokasi: Meningkatkan kesadaran hukum dan ekologis masyarakat terkait pentingnya menjaga keanekaragaman hayati nusantara.

​Ketua Yayasan Alobi menegaskan bahwa penghargaan Kalpataru Adya ini merupakan manifestasi dari kerja keras kolektif seluruh elemen di Bangka Belitung, bukan sekadar pencapaian institusional semata.

​”Kami mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga Yayasan Alobi dapat menerima penghargaan yang sangat membanggakan ini. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja dan mengabdi bagi pelestarian lingkungan hidup dan satwa liar Indonesia,” ujar Ketua Yayasan Alobi dalam keterangan resminya, Rabu (10/6/2026).

​Pihaknya juga berharap agar capaian ini mampu memantik pemikiran kritis dan aksi nyata dari generasi muda untuk lebih peduli terhadap perlindungan hukum alam dan satwa.

​Keberhasilan Yayasan Alobi dalam mempertahankan eksistensi ekologis di Bangka Belitung tidak lepas dari dukungan yuridis dan operasional berbagai pihak. Secara khusus, Yayasan Alobi menyampaikan komitmen terima kasih dan penghormatan tertinggi kepada:

  • ​Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan (BKSDA Sumsel)
  • ​PT Timah Tbk & PT PLN Nusantara Power Services Unit Bangka
  • ​Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Babel)
  • ​Pemerintah Kota Pangkalpinang (Dinas Lingkungan Hidup Kota Pangkalpinang)
  • ​Seluruh organisasi lingkungan, relawan Alobi, insan pers, dan masyarakat Bangka Belitung.

​Melalui penghargaan Kalpataru Adya 2026 ini, Yayasan Alobi menegaskan komitmennya untuk terus berada di garis depan dalam memperkuat gerakan konservasi, menegakkan kelestarian lingkungan, serta memastikan keanekaragaman hayati Indonesia tetap terjaga demi generasi masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *