Scroll Untuk Baca Berita
banner 728x90
banner 728x90
DPRD Prov Babel

Perkuat Ketahanan Pangan Babel, Eddy Iskandar Soroti Sinergi KWT dan UMKM

40
×

Perkuat Ketahanan Pangan Babel, Eddy Iskandar Soroti Sinergi KWT dan UMKM

Sebarkan artikel ini

BANGKA BELITUNG, KARABABEL.COM — Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Eddy Iskandar mendorong pemerintah daerah agar memberikan perhatian serius terhadap Kelompok Wanita Tani (KWT) dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai bagian penting dalam menjaga stabilitas pangan serta pengendalian inflasi daerah.

Hal tersebut disampaikan Eddy Iskandar saat melaksanakan kegiatan reses bersama KWT dan pelaku UMKM, Sabtu (17/1). Ia menilai peran KWT sangat strategis, terlebih di tengah mulai beroperasinya program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan pasokan bahan baku pangan dalam jumlah besar dan berkelanjutan.

“KWT ini seharusnya mendapat perhatian yang sangat serius dari pemerintah karena mereka berperan langsung dalam menjaga inflasi daerah. Program MBG yang mulai berjalan tentu membutuhkan pasokan bahan baku yang besar,” ujar Eddy.

Menurutnya, KWT perlu terus didorong dan dibina agar mampu menjadi penyuplai bahan pangan secara langsung. Mengabaikan peran KWT justru berpotensi membuka peluang meningkatnya inflasi daerah akibat ketergantungan pasokan dari luar.

Eddy menekankan bahwa program pembinaan yang diberikan kepada KWT harus benar-benar nyata dan berdampak langsung, bukan sekadar bersifat seremonial. Ia mengingatkan agar program yang dijalankan tidak hanya bersifat uji coba tanpa keberlanjutan.

“Program yang dilakukan oleh KWT harus betul-betul real dan bermanfaat secara nyata, bukan hanya sekadar mencari sensasi,” tegasnya.

Selain itu, Eddy juga mendorong pemerintah daerah bersama pihak perbankan yang selama ini melakukan pembinaan terhadap KWT agar menyusun program yang lebih terarah dan terencana. Salah satu langkah penting, kata dia, adalah melakukan pengelompokan KWT agar produksi dapat berlangsung secara kontinu dan dalam jumlah besar.

“Kalau tidak dikelompokkan, KWT hanya akan melakukan kegiatan rutin, tetapi tidak bisa menjadi penyuplai kebutuhan pangan dalam skala besar, termasuk untuk kebutuhan MBG,” jelas Eddy.

Ia berharap, melalui pembinaan yang tepat, terstruktur, dan berkelanjutan, KWT serta UMKM di Bangka Belitung dapat berkontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menekan laju inflasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *