Scroll Untuk Baca Berita
banner 728x90
banner 728x90
DPRD Prov Babel

Kehangatan Warga Warnai Reses Yogi Maulana di Desa Nyelanding

30
×

Kehangatan Warga Warnai Reses Yogi Maulana di Desa Nyelanding

Sebarkan artikel ini

BANGKA SELATAN, KATABABEL.COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yogi Maulana melaksanakan kegiatan Reses Masa Sidang I Tahun Sidang II Tahun 2026 di Desa Nyelanding, Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan, Jumat (16/1/2026).

Kehadiran Yogi Maulana, yang akrab disapa Yogi dan merupakan anggota Komisi III DPRD Babel, disambut antusias oleh warga. Suasana reses berlangsung hangat dan penuh keakraban, mencerminkan keterbukaan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi secara langsung kepada wakil rakyatnya.

Dalam sambutannya, Yogi menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas sambutan ramah yang diberikan warga Desa Nyelanding.

“Saya mengucapkan terima kasih atas sambutan yang luar biasa ini. Saya juga mohon maaf apabila selama pelaksanaan reses terdapat hal-hal yang dirasa belum sempurna,” ujar Yogi.

Sebagai salah satu putra daerah Bangka Selatan, Yogi kemudian mengajak para konstituen untuk menyampaikan aspirasi dan usulan secara tertib, terbuka, dan konstruktif demi kepentingan bersama.

Dalam sesi dialog, sejumlah warga menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi, di antaranya usulan pengaspalan jalan, permohonan bantuan bibit kelapa sawit, serta renovasi masjid guna menunjang kenyamanan beribadah.

Menanggapi aspirasi tersebut, Yogi menjelaskan bahwa secara umum beberapa ruas jalan di Desa Nyelanding berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Namun demikian, terdapat pula ruas jalan tertentu yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten.

Sementara terkait usulan bantuan lahan dan bibit sawit, Yogi meminta masyarakat untuk terlebih dahulu mempertimbangkan secara matang jenis usaha yang paling sesuai dengan kondisi dan kebutuhan warga setempat.

“Harus dipikirkan terlebih dahulu, kira-kira sektor usaha apa yang paling cocok untuk dikembangkan oleh masyarakat di sini,” tutup Yogi Maulana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *