Scroll Untuk Baca Berita
banner 728x90
banner 728x90
Pemkot Pangkalpinang

Wakil Wali Kota Pangkalpinang Tekankan Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor untuk Turunkan Stunting

77
×

Wakil Wali Kota Pangkalpinang Tekankan Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor untuk Turunkan Stunting

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, KATABABEL.COM — Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di Kota Pangkalpinang. Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan Edukasi Pencegahan dan Penanganan Stunting pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) di Balai Besar Betason, Senin (17/11/2025).

Pada kesempatan tersebut, Dessy turut menyerahkan 100 paket bantuan nutrisi bagi keluarga berisiko stunting melalui program Gerakan Orangtua Asuh (Genting), sebagai bentuk komitmen pemerintah bersama para mitra untuk memperkuat intervensi gizi di masyarakat.

Dessy mengatakan dirinya hadir mewakili Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, yang berhalangan hadir karena agenda kedinasan lain. Ia menekankan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi menyeluruh dan berkelanjutan.

“Gerakan Genting merupakan wujud kepedulian bersama untuk mendampingi keluarga berisiko stunting. Ini adalah bentuk gotong royong untuk mewujudkan generasi emas Indonesia,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa periode 1000 HPK adalah masa paling menentukan bagi tumbuh kembang anak, sehingga intervensi harus dilakukan sejak dini, mulai dari pemenuhan nutrisi ibu hamil, proses persalinan, ASI eksklusif, hingga pemberian MPASI yang tepat dan berkualitas.

Dalam kesempatan itu, Dessy juga menyampaikan apresiasinya kepada PT PLN, khususnya tim Srikandi PLN, yang telah berkontribusi dalam penyediaan 100 paket nutrisi. Menurutnya, kehadiran dunia usaha menjadi penguat penting bagi pemerintah daerah dalam mempercepat penurunan angka stunting.

“Angka stunting kita saat ini masih sekitar 17 persen. Harapan kami, dengan kolaborasi PKK, OPD, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan, angka ini dapat terus ditekan pada tahun 2025,” katanya.

Dessy menegaskan, penurunan stunting bukan hanya tanggung jawab satu instansi, melainkan membutuhkan keterlibatan semua pihak. Ia menyebut keberhasilan menurunkan angka stunting menjadi salah satu indikator penting kemajuan Kota Pangkalpinang, terutama dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

Kegiatan edukasi tersebut juga dirangkai dengan pembagian telur dan paket nutrisi kepada keluarga sasaran sebagai bentuk dukungan gizi tambahan bagi anak-anak di masa pertumbuhan.

“Kami ingin memastikan tidak ada lagi anak-anak di Pangkalpinang yang mengalami stunting. Mereka harus tumbuh sehat, kuat, dan cerdas, karena merekalah masa depan kota ini,” tutup Dessy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *